Berita

Siswa SD Muhammadiyah PK Banyudono Belajar Buat Gerabah di Klaten

PWMJATENG.COM, BOYOLALI – Ratusan siswa SD Muhammadiyah PK Banyudono mengisi masa jeda Asesmen Tengah Semester (ATS) dengan mengikuti Program Pembelajaran Lapangan (PPL) 1 pada Kamis (24/9/2026). Kegiatan wisata edukasi Klaten ini menggabungkan konsep belajar, bermain, berkreasi, dan berekreasi di luar ruangan.

Mengenal Sentra Kerajinan Tradisional di Bayat

Para siswa mengunjungi lokasi pertama di sentra gerabah Bayat, tepatnya Desa Pagerjurang, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten. Anak-anak mempelajari ekosistem produksi kerajinan tanah liat secara langsung dari hulu hingga hilir.

Mereka mengamati proses pengambilan tanah liat, penggilingan bahan, pembentukan wadah, hingga tahap pembakaran. Pembelajaran interaktif ini memberikan pengalaman nyata mengenai pentingnya ketekunan dan kreativitas dalam menghasilkan karya seni tradisional. Selain itu, pembelajaran lapangan tersebut mengenalkan dunia kewirausahaan berbasis potensi lokal kepada generasi muda sejak dini.

Ketua Panitia PPL 1, Ranita Cindi Diah Rahmawati, menegaskan bahwa agenda ini berbeda dari sekadar wisata biasa. Pihak sekolah merancang kegiatan untuk memberikan ruang edukasi anak yang lebih luas dan dinamis. “Anak-anak belajar hal baru, berkreasi, serta melihat bagaimana dunia wirausaha bekerja secara langsung,” ujar Ranita.

Penyegaran Diri Melalui Rekreasi Alam

Setelah belajar di sentra gerabah, rombongan siswa melanjutkan perjalanan ke objek wisata Pancingan 100 Jatinom. Para peserta berenang dan bermain air untuk melepas penat seusai menempuh ujian sekolah.

Panitia PPL 1 lainnya, Silvianita Cahyaningrum, menjelaskan bahwa aktivitas fisik di alam terbuka sangat penting untuk tumbuh kembang anak. “Anak-anak memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Kami ingin mereka menyegarkan pikiran dan tubuh di aliran air segar umbul alami,” tutur Silvianita.

Kegiatan ini mendapat pendampingan ketat dari enam wali kelas 3 SD Muhammadiyah PK Banyudono, yaitu Krisna Setiawan, Ranita Cindi Diah Rahmawati, Kirana Sekha, Silvianita Cahyaningrum, Fatia Nur Istiqomah, dan Iftor. Para guru mengawal seluruh aktivitas, mulai dari praktik pembuatan gerabah hingga saat anak-anak bermain air.

Kepala SD Muhammadiyah PK Banyudono, Pujiono, menyampaikan bahwa lingkungan luar sekolah menyimpan banyak sumber ilmu pengetahuan. Beliau berharap siswa dapat memetik pelajaran berharga tentang kerja keras dan kearifan lokal dari masyarakat Pagerjurang.

Kontributor: Pujiono
Editor: Akmal

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *