AUMBerita

Model Kesehatan Mental Holistik untuk Cegah Kekambuhan Penyalahgunaan Narkoba

PWMJATENG.COM, Surakarta – Dalam upaya mencegah kekambuhan penyalahgunaan narkoba, Dosen Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Eny Purwandari, bersama timnya mengembangkan model kesehatan mental holistik. Program ini menjadi bagian dari penelitian kolaborasi yang didukung SKIM Katalis Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM).

Diskusi Kelompok Terarah (FGD) yang digelar di Hotel University Club Yogyakarta menjadi salah satu langkah penting dalam penelitian ini. Kegiatan tersebut dihadiri berbagai pakar, praktisi, dan perwakilan lembaga terkait untuk membahas tantangan serta solusi rehabilitasi narkoba di Indonesia.

Penelitian ini merupakan hasil konsorsium tiga universitas, yaitu Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Universitas Muhammadiyah Jember (UMJ). Tim ini terdiri dari Eny Purwandari (UMS), Ema Madyaningrum (UGM), dan Nurlaela Widyarini (UMJ). Fokus utama mereka adalah mengembangkan pendekatan holistik yang melibatkan aspek fisik, mental, sosial, dan spiritual dalam rehabilitasi pengguna narkoba.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah menggali pemahaman lebih dalam mengenai model kesehatan mental holistik untuk mencegah penyalahgunaan narkoba serta mengurangi angka kekambuhan,” ujar Eny. Ia menambahkan, pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas rehabilitasi bagi pengguna narkoba.

Dalam FGD bertema “Tantangan dan Solusi Rehabilitasi Narkoba”, berbagai pihak membahas isu-isu krusial, termasuk data terkini dari Badan Narkotika Nasional (BNN). “Prevalensi penyalahgunaan narkoba di Indonesia mencapai 2,2% dari total populasi, dengan lebih dari 3,6 juta orang terpapar,” jelas Eny. Namun, angka kekambuhan setelah rehabilitasi tetap tinggi, yaitu sekitar 40-50%. Faktor sosial, seperti kurangnya dukungan lingkungan dan stigma negatif, turut memperburuk kondisi ini.

Baca juga, Ibnu Hasan: Pentingnya Muhammadiyah ‘Menjaga Saf’ di Luar Masjid

Para peserta diskusi juga menyoroti peran lembaga rehabilitasi dan pemasyarakatan. “FGD ini melibatkan pakar psikologi forensik, ahli kesehatan jiwa, serta perwakilan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DIY, Balai Pemasyarakatan Solo, dan Lapas Narkotika Yogyakarta,” imbuh Eny.

Menurut Eny, rehabilitasi yang hanya berfokus pada aspek fisik atau psikologis belum cukup efektif. “Penanganan penyalahgunaan narkoba harus mencakup seluruh aspek biopsikososial-spiritual,” tegasnya. Oleh karena itu, tim peneliti menggali ide baru untuk mengembangkan instrumen asesmen yang lebih komprehensif.

Diskusi berlangsung dalam dua sesi. Sesi pertama membahas tantangan dalam asesmen dan rehabilitasi di lembaga pemasyarakatan dan rehabilitasi BNN. Sesi kedua menyoroti dinamika psikologis penyalahgunaan narkoba, faktor kesehatan mental, serta penyebab kekambuhan.

Eny mengungkapkan pentingnya kerja sama antarlembaga untuk meningkatkan keberhasilan rehabilitasi. “Peran keluarga dan sistem dukungan sosial sangat penting dalam membantu pemulihan pengguna narkoba,” ujarnya. Ia juga menekankan perlunya kebijakan yang lebih komprehensif untuk mendukung pendekatan holistik.

Di akhir acara, para peserta FGD memberikan rekomendasi untuk program rehabilitasi yang lebih terintegrasi. Hasil diskusi ini diharapkan menjadi dasar kebijakan yang efektif dalam pencegahan dan penanganan penyalahgunaan narkoba di Indonesia. Dengan pendekatan holistik, diharapkan angka kekambuhan dapat ditekan, serta proses pemulihan menjadi lebih berkelanjutan.

Kontributor : Yusuf
Ass Editor : Ahmad; Editor : M Taufiq Ulinuha

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE