Kolom

Membangun Harmoni dan Toleransi untuk Indonesia Maju dan Berkeadaban

Oleh: Dr. H. KRAT. AM. Jumai, SE., MM.

Dialog publik bertema “Momentum Memperkuat Toleransi dan Solidaritas Sosial” menghadirkan dua tokoh sentral, Dr. H. Muhammad Adnan, MA (Nahdlatul Ulama) dan Dr. H. KRAT. AM. Jumai, SE., MM (Muhammadiyah). Dialog ini menegaskan pentingnya merawat harmoni kebangsaan sebagai fondasi Indonesia yang maju dan bermartabat.

Dalam diskusi tersebut, Dr. Muhammad Adnan menekankan bahwa toleransi dalam Islam memiliki batasan yang jelas. Toleransi bukan berarti mencampuradukkan akidah atau bersikap permisif tanpa batas. Landasan utamanya adalah lakum dînukum wa liya dîn—menghormati keyakinan lain tanpa harus kehilangan jati diri keimanan. Toleransi yang sehat justru lahir dari keyakinan yang kokoh.

Tantangan toleransi saat ini telah bergeser ke ruang digital. Polarisasi dan ujaran kebencian sering kali dipicu oleh klaim kebenaran sepihak di media sosial. Ramadhan menjadi momentum krusial untuk melatih pengendalian diri, termasuk dalam “menjaga jari” dari narasi yang memecah belah. Literasi digital dan kedewasaan emosional kini menjadi kebutuhan mendesak bagi warga negara.

Menyikapi radikalisme yang sering kali muncul dalam bentuk sikap merasa paling benar, AM Jumai menekankan paradigma dakwah yang baru. Ia menegaskan bahwa mimbar agama harus menjadi ruang solusi, bukan sumber perpecahan.

“Dakwah harus mencerahkan, mencerdaskan, menggerakkan, dan menggembirakan. Umat tidak boleh terus-menerus disuguhi narasi kemarahan. Dakwah yang mencerahkan menghadirkan kejernihan pikiran, sementara dakwah yang menggembirakan menumbuhkan optimisme,” tegas AM Jumai.

Kemajuan Indonesia tidak hanya diukur dari infrastruktur fisik, tetapi dari kualitas akhlak sosial dan solidaritas antarwarga. Harmoni sosial adalah modal utama ketahanan bangsa. Ketika masyarakat rukun, energi bangsa dapat difokuskan pada pembangunan, bukan habis terkuras oleh konflik internal.

Membangun harmoni adalah tanggung jawab bersama. Dengan toleransi yang berprinsip dan dakwah yang menggembirakan, Indonesia dapat melangkah menuju kemajuan yang tidak hanya material, tetapi juga berkeadaban dan bermartabat.

Editor: Al-Afasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/