Mahasiswa Teknik Kimia UMS Raih Tiga Penghargaan di Festival Esai Nasional 2026

PWMJATENG.COM, SURAKARTA – Nico Dzaky Luthfan Saputra, mahasiswa Teknik Kimia UMS, sukses mengukir prestasi gemilang pada ajang Festival Esai Mahasiswa Indonesia 2026. Ia berhasil memborong tiga penghargaan sekaligus melalui karya inovatif bertajuk “TB-COUGH AI”. Inovasi ini menawarkan solusi cerdas untuk deteksi dini penyakit tuberkulosis melalui analisis suara batuk.
Dalam kompetisi bergengsi tersebut, Nico membawa pulang predikat Juara Harapan Umum 2 dan Gold Medal subtema Kesehatan. Selain itu, ia juga menyabet penghargaan Best Presentation berkat cara penyampaian materi yang sangat unik. Pencapaian ini mempertegas kualitas mahasiswa Teknik Kimia UMS dalam kancah nasional.
Inovasi Deteksi TBC Berbasis AI
Karya Nico, TB-COUGH AI, merupakan aplikasi cerdas yang menggunakan teknologi artificial intelligence untuk proses pra-skrining. Sistem ini mampu menganalisis pola suara batuk pengguna guna mendeteksi karakteristik batuk tertentu. Selanjutnya, aplikasi akan memberikan indikasi risiko awal sebagai langkah antisipasi bagi penggunanya.
Nico menegaskan bahwa inovasi ini tidak bertujuan menggantikan diagnosis dokter spesialis. Aplikasi tersebut berfungsi sebagai sarana edukasi agar masyarakat lebih cepat menyadari potensi risiko penyakit. Dengan demikian, penderita dapat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan sebelum kondisi fisik memburuk.
Presentasi Kreatif dengan Unsur Rap
Keberhasilan Nico meraih penghargaan Best Presentation memiliki cerita menarik di baliknya. Saat memaparkan idenya, ia tidak hanya menjelaskan aspek teknis teknologi secara kaku. Namun, ia menyisipkan lirik lagu rap ciptaannya sendiri untuk membangun kesadaran juri mengenai urgensi penanganan TBC.
Metode kreatif ini terbukti efektif menarik perhatian seluruh audiens dan dewan juri di ruangan. Oleh karena itu, presentasi Nico terasa jauh lebih hidup dan komunikatif daripada peserta lainnya. Ia berhasil menyederhanakan konsep rumit AI menjadi penjelasan yang mudah dipahami oleh berbagai kalangan.
Dukungan Riset dari Lingkungan Kampus
Nico mengakui bahwa lingkungan akademik di Universitas Muhammadiyah Surakarta sangat mendukung risetnya. Ia mendapatkan bimbingan intensif dari dosen dan motivasi dari organisasi internal seperti KMTK Research Study. Sinergi ini membantu Nico mengasah ide yang sudah ia teliti sejak masa SMA.
Ke depan, ia berharap TB-COUGH AI dapat berkembang menjadi perangkat nyata melalui kolaborasi lintas sektor. Ia juga mengajak rekan mahasiswa lain agar tidak ragu mencoba kompetisi nasional. Menurutnya, keberanian untuk memulai akan membuka jalan bagi pengalaman dan relasi baru yang bermanfaat.
Kontributor: Yusuf
Editor: Ayma



