Mahasiswa S2 Hukum UMS Tembus Seleksi Nasional DPRemaja 4.0, Kawal Kebijakan KTR

PWMJATENG.COM, SURAKARTA – Prestasi internasional dan nasional terus mengalir dari mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Abi Umaroh, mahasiswa Program Magister Ilmu Hukum UMS, resmi terpilih sebagai peserta Dewan Perwakilan Remaja (DPRemaja) 4.0 yang diselenggarakan oleh Indonesian Youth Council for Tactical Changes (IYCTC), Jumat (20/2).
Abi, yang juga merupakan penerima Beasiswa Unggulan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, terpilih setelah melalui proses seleksi ketat yang melibatkan 1.463 pendaftar dari seluruh Indonesia. Ia terpilih sebagai salah satu dari 11 orang muda yang mewakili wilayah Semarang-Solo Raya.
Bagi Abi, keterlibatannya dalam DPRemaja 4.0 adalah jembatan untuk menerapkan kajian akademik di bangku perkuliahan ke dalam aksi nyata. Program ini berfokus pada implementasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) sebagai aturan turunan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.
“Sebagai mahasiswa FHIP UMS, saya melihat pentingnya peran orang muda dalam mengawal kebijakan kesehatan. Program ini menjadi ruang strategis bagi saya untuk memperkuat kontribusi nyata di daerah, terutama terkait pengendalian iklan dan konsumsi produk tembakau pada usia remaja,” ujar Abi.
Setelah mengikuti Bimbingan Teknis (BIMTEK) intensif di Jakarta pada pertengahan Februari lalu, Abi kini mengemban misi melakukan pemetaan aktor kebijakan dan penyusunan policy brief yang akan dibawa ke tingkat nasional. Ia menekankan bahwa literasi kebijakan adalah kunci agar regulasi tidak hanya berhenti di atas kertas.
“Pendekatan kolaboratif antara pemerintah, institusi pendidikan seperti UMS, dan organisasi kepemudaan adalah fondasi utama untuk melindungi kesehatan masyarakat,” tambahnya.
Pihak Humas UMS menyatakan bahwa capaian ini semakin menegaskan peran mahasiswa FHIP UMS dalam ruang advokasi kebijakan publik di tingkat nasional. Hal ini sejalan dengan visi UMS dalam melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga kritis dan solutif terhadap tantangan demokrasi dan kesehatan di Indonesia.
Kontributor: Yusuf | Humas
Editor: Al-Afasy



