Unik dan Kreatif, Pengajian Arloji Langgar Agung Al Falah Kerten Bahas Amalan Suro
PWMJATENG.COM, Solo – Langgar Agung Al Falah Kerten Solo kembali menggebrak syiar keagamaan melalui kemasan dakwah yang segar dan unik. Mereka sukses menggelar Pengajian Arloji (Amanah Ora Lali Ndongo Lan Ngaji) Malam Jumat Kliwon di Teras Beramal pada Kamis malam (11/6/2026). Agenda rutin yayasan Sahabat Beramal Bersama di Jalan Srikatan tersebut langsung menyedot perhatian warga sekitar.
Langkah taktis takmir dalam mengemas nama pengajian ini terbukti ampuh memicu kehadiran massa yang masif. Alhasil, puluhan jemaah lintas generasi mulai dari ibu-ibu, bapak-bapak, remaja, hingga anak-anak tampak memadati lokasi acara. Guna memberikan bobot keilmuan yang tinggi, panitia menghadirkan pembicara nasional, Ustaz Dwi Jatmiko, yang merupakan Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat.
Dalam forum tersebut, sang mubaligh mengupas tuntas draf materi bertema “Sambut Amalan Malam 1 Muharram”. Selain menjadi wadah transfer ilmu, takmir juga memanfaatkan momentum ini untuk melaporkan berbagai gurita aksi sosial. Program kerja nyata mereka meliputi agenda buka bersama anak yatim, penyaluran santunan, penyediaan fasilitas sumur air bersih, hingga tebaran hewan kurban.
Ajak Jemaah Besarkan Amal Usaha Muhammadiyah Solo
“Oleh karena itu, kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas keistiqamahan seluruh jemaah,” ujar Ketua Takmir Langgar Agung Al Falah, Arif Dwi Utomo, saat memberikan sambutan hangat.
Lebih lanjut, Arif mengajak seluruh jemaah untuk aktif bergerak mempromosikan berbagai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dan ‘Aisyiyah di wilayah Kerten. Langkah promosi ini merupakan bagian dari strategi dakwah nyata untuk membentengi aqidah sekaligus memperkuat ekonomi umat. Pihak takmir menuntut adanya rasa bangga yang besar dalam diri jemaah terhadap seluruh fasilitas pendidikan dan sosial milik perserikatan.
Sinergi instruksi dari takmir ini sejalan dengan paparan materi dari Ustaz Dwi Jatmiko saat memasuki sesi tausiyah inti. Guru PAI SD Muhammadiyah 1 Solo tersebut menegaskan bahwa malam pergantian tahun baru Islam merupakan kesempatan emas bagi warga. Beliau mengingatkan jemaah bahwa Muharram memegang predikat sebagai salah satu dari empat bulan suci utama di dalam kalender Hijriah.
Kejar Keberkahan Lewat Doa Sapu Jagat
Rasulullah SAW sendiri sangat menganjurkan umat Muslim untuk melipatgandakan intensitas ibadah serta amal kebajikan sepanjang bulan mulia ini. Menyambut tahun baru Islam di tahun 2026 ini, sang dai mengajak jemaah memulai lembaran baru dengan mematangkan amalan spiritual yang sahih. Salah satu caranya adalah dengan melazimkan bacaan Quran Surah Al-Baqarah ayat 201 atau doa sapu jagat.
“Sebab, doa tersebut memohon perlindungan dari siksa neraka sekaligus meminta kebaikan dunia dan akhirat,” jelas perwakilan Dai MUI Pusat tersebut.
Beliau juga menambahkan bahwa momen sakral pergantian tahun ini harus menjadi titik balik untuk memperbanyak zikir dan membaca Al-Quran. Melalui komitmen mengaji yang konsisten, jemaah dapat merawat ekosistem lingkungan yang agamis di wilayah Solo Barat. Berbekal draf ilmu baru dari Pengajian Arloji ini, warga Kerten kini siap menyongsong fajar 1 Muharram dengan optimisme dakwah yang berkemajuan.
Kontributor: Dwi Jatmiko
Editor: Ayma



