Kolaborasi FHIP UMS dan Polres Karanganyar Cetak Generasi Tangguh Anti-Bullying
PWMJATENG.COM, SURAKARTA – Fakultas Hukum dan Ilmu Politik (FHIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berkolaborasi dengan Polres Karanganyar dan SD Muhammadiyah Baitul Falah (MBF) Mojogedang. Mereka menggelar program pengabdian masyarakat yang meriah pada Sabtu (1/8/2026). Kolaborasi FHIP UMS dan Polres Karanganyar ini mengusung tema edukasi ketahanan lingkungan, ketahanan mental, dan ketahanan pangan.
Acara inovatif ini menyasar para siswa, guru, serta masyarakat sekitar. Panitia menghadirkan beragam materi penting, mulai dari cara cegah bullying di sekolah hingga keselamatan berlalu lintas. Selain itu, mereka turut mengajarkan penguatan ketahanan pangan lewat praktik pertanian.
Suasana acara pun tampak sangat semarak sedari pagi. Anak-anak bersorak antusias saat menonton pertunjukan sulap dan aksi badut interaktif. Pendekatan ini sengaja panitia pilih agar materi yang berat menjadi lebih mudah anak-anak terima.
Ketua Tim Pengabdian FHIP UMS, Dr. Sri Waljinah, memaparkan tujuan utama acara tersebut. Kegiatan ini mewujudkan sinergi nyata antara pihak kampus, kepolisian, dan instansi pendidikan. Mereka ingin membangun karakter generasi muda yang tangguh. Oleh karena itu, anak-anak harus memiliki bekal kuat saat menghadapi tantangan zaman.
“Kami bersyukur acara pengabdian masyarakat ini berjalan sangat lancar. Tim mengangkat isu krusial seperti ketahanan lingkungan, mental, dan pangan,” ujar Waljinah. Ia berharap Kolaborasi FHIP UMS dan Polres Karanganyar ini terus berlanjut. Program ini terbukti membawa banyak manfaat bagi sekolah, masyarakat, dan anak-anak.
Selama kegiatan berlangsung, tim penyelenggara juga membagikan bantuan sosial. Mereka menyalurkan puluhan paket sembako dan alat tulis. Bantuan sosial ini menyasar anak yatim piatu serta keluarga kurang mampu di sekitar sekolah.
Edukasi Anti-Bullying dan Polisi Sahabat Anak
Selanjutnya, pihak kepolisian menyosialisasikan program layanan sunatan massal gratis. Warga bisa mengakses layanan rutin ini setiap hari Jumat. Syaratnya cukup mudah, warga hanya perlu membawa kartu keluarga dan mendampingi anak mereka. Kepolisian setempat juga membuka layanan konseling khusus bagi anak berkebutuhan khusus (ABK).
Waljinah kemudian membeberkan alasan memilih SD MBF Mojogedang sebagai lokasi acara. Sekolah dasar ini memiliki kekhasan unik sebagai institusi berbasis pertanian. Konsep tersebut sangat sejalan dengan program edukasi ketahanan pangan nasional.
“Sekolah ini konsisten mengembangkan konsep pertanian sejak dini. Ketahanan pangan tentu membutuhkan dukungan ketahanan lingkungan dan ketahanan mental,” jelasnya. Tim penyuluh juga menambahkan materi keselamatan berlalu lintas. Mereka selalu menyesuaikan gaya komunikasi dengan usia anak-anak.
Kasat Binmas Polres Karanganyar, AKP Sugiyanto, sangat mengapresiasi program sinergi ini. Ia menilai pendekatan edukatif yang menyenangkan sangat efektif. Cara ini berhasil mendekatkan sosok polisi dengan dunia anak-anak.
Mencetak Generasi Peduli Lingkungan
Sugiyanto memaparkan berbagai materi sosialisasi dari timnya. Mereka mengajarkan cara menggunakan media sosial secara bijak kepada para siswa. Anggota Bhabinkamtibmas juga mengenalkan praktik budidaya ikan dan pertanian. Anak-anak belajar menanam melon secara langsung di kebun sekolah.
“Kami ingin selalu menghadirkan sosok Polisi Sahabat Anak. Karena itu, panitia mengemas edukasi lewat permainan seru dan sulap,” kata Sugiyanto. Ia berharap kegiatan interaktif ini mampu melahirkan generasi berkarakter kuat. Mereka harus tumbuh menjadi generasi yang peduli lingkungan.
Kepala SD MBF Mojogedang, Nur Fitri Fatimah, menyambut baik acara ini. Ia mengapresiasi langkah kolaboratif yang terjalin erat. Para siswa mendapatkan banyak pengalaman baru yang berharga. Proses belajar mengajar pun terasa jauh lebih menyenangkan.
“Siswa kami sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian acara. Kehadiran tim gabungan memberikan manfaat luar biasa bagi sekolah dan warga,” ungkap Nur Fitri. Ia sangat berharap program edukasi serupa bisa terus bergulir. Sinergi seperti ini pasti akan membangun kualitas pendidikan Indonesia menjadi lebih baik.
Akhirnya, kegiatan pengabdian masyarakat ini menjadi langkah nyata dalam membangun bangsa. Sinergi ini sukses menanamkan karakter positif dan kepedulian lingkungan sejak dini. Kolaborasi FHIP UMS dan Polres Karanganyar juga berhasil menyalakan semangat kemandirian pangan. Mereka secara konsisten membekali generasi Indonesia agar tumbuh semakin tangguh dan mandiri.
Kontributor: Fika
Editor: Al-Afasy



