Berita

Perkuat Tata Kelola BUMM Muhammadiyah Jateng, PWM Dorong Skema Belanja Berjamaah hingga Bisnis Farmasi

PWMJATENG.COMSEMARANG — Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah terus mematangkan tata kelola Badan Usaha Milik Muhammadiyah demi memperkuat kemandirian ekonomi persyarikatan. Langkah strategis ini mengemuka dalam Rapat Pleno Bidang Kesehatan dan BUMM di Semarang, Rabu (16/9/2026).

PWM Jawa Tengah berfokus mengonsolidasikan seluruh unit usaha agar tumbuh lebih sehat dan profesional. Ketua PWM Jawa Tengah, Dr. KH. Tafsir, M.Ag., menegaskan bahwa pendampingan berkelanjutan menjadi kunci utama kesuksesan ekspansi bisnis persyarikatan saat ini.

“Tentu sudah banyak PT berdiri karena semangat ekonomi yang sudah muncul dari kalangan pimpinan dan  warga Muhammadiyah. Ke depan, bagaimana PT tersebut besar dan sukses, juga butuh pendampingan dan konsolidasi,” ujar Tafsir usai memimpin rapat pleno.

Pihaknya menggandeng Perwakilan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Ir. Adi, untuk mengawal proses tata kelola BUMM Muhammadiyah Jateng secara intensif. Sinergi ini bertujuan memastikan seluruh badan usaha milik organisasi mampu memberikan profit berkelanjutan demi menopang operasional dakwah.

Strategi Belanja Berjamaah dan Ekspansi Alkes

Sementara itu, Ketua Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata PWM Jawa Tengah, Ir. M. Yahya Fuad, S.E., memaparkan skema integrasi ekonomi internal melalui gerakan belanja berjamaah. Strategi ini mewajibkan seluruh Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) memprioritaskan pembelian produk atau jasa dari unit bisnis milik persyarikatan sendiri.

“Pada intinya, kita mempersiapkan untuk menambah BUMM. Belanja yang dilakukan oleh AUM sebanyak mungkin bisa membeli dari unit usaha yang kita miliki,” tutur Yahya.

Ia mencontohkan keberhasilan travel umroh Ar Rahmah yang kini menjadi rujukan utama perjalanan ibadah seluruh karyawan AUM di Jawa Tengah. Selain sektor jasa travel, PWM Jawa Tengah juga sedang mematangkan Kerja Sama Operasional (KSO) untuk penyediaan alat kesehatan modern di rumah sakit jaringan.

“Saat ini kita tengah mematangkan KSO terkait alat kesehatan seperti CT scan dan ventilator,” jelasnya.

PWM Jawa Tengah bahkan siap melangkah lebih jauh dengan merencanakan pendirian Pedagang Besar Farmasi (PBF). Perusahaan farmasi skala besar ini nantinya siap menyuplai kebutuhan obat-obatan secara mandiri ke seluruh rumah sakit Muhammadiyah di wilayah Jawa Tengah.

Melalui konsolidasi tata kelola BUMM Muhammadiyah Jateng yang makin solid, jaringan bisnis persyarikatan optimistis mampu mencetak profit finansial yang sehat sekaligus memperluas jangkauan manfaat dakwah bagi masyarakat luas.

Editor: Akmal

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *