Perkuat Tatakelola Organisasi, PWM Jateng Kawal Pengelolaan Aset Muhammadiyah di Karimunjawa
PWMJATENG.COM, SEMARANG — Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah menerima audiensi Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jepara pada Rabu, 16 September 2026. Rapat pleno yang berlangsung di Ruang Rapat VIP Gedung Kuliah Bersama 3 Lantai 9 UNIMUS ini membahas langkah strategis tata kelola persyarikatan.
Audiensi tersebut berfokus pada dua agenda utama, yakni penataan lahan serta rencana permohonan Unit Sekolah Baru (USB) SMA di Jepara. PDM Jepara hadir memohon mandat pengelolaan agar dapat mengoptimalkan fungsi lahan secara nyata.
Pentingnya Pelimpahan Mandat Secara Legal
Lahan tersebut awalnya dibeli oleh Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dari Yayasan Bina Muwahiddin. Pihak yayasan meninggalkan beberapa bangunan tanpa melanjutkannya, sebelum akhirnya menjual tanah itu kepada PP Muhammadiyah. Namun, hingga saat ini belum ada langkah pemanfaatan tanah maupun gedung di kawasan kepulauan tersebut.
Ketua PWM Jawa Tengah, Dr. KH. Tafsir, M.Ag., menegaskan bahwa proses penyerahan mandat secara legal organisatoris dari PP ke PWM maupun dari PWM ke PDM Jepara memang belum terjadi. Oleh karena itu, PWM Jawa Tengah mengusulkan secara resmi kepada PP Muhammadiyah agar menerbitkan penyerahan mandat secara resmi. Langkah hukum ini bertujuan memperlancar pengelolaan lahan demi pengembangan dakwah Muhammadiyah setempat.
Rencana Penginapan Syariah dan Pendirian Sekolah
Pihak PDM Jepara menyambut baik arahan pimpinan wilayah yang membakar motivasi mereka. Perwakilan Majelis Dikdasmen PDM Jepara, Kuat Pramono, mengutarakan kelegaannya atas jawaban komprehensif dari pimpinan wilayah. Pihaknya akan segera menindaklanjuti dan mengkaji kembali rencana pemanfaatan lahan untuk unit bisnis penginapan syariah.
Selain penginapan syariah, PDM Jepara mematangkan persiapan pendirian USB SMA dengan mendalami struktur kurikulum serta keunggulan sekolah. PDM Jepara langsung membentuk tim kecil untuk terus berkoordinasi dan berkonsultasi dengan PWM Jawa Tengah serta Majelis Dikdasmen Pimpinan Wilayah. Tim khusus ini akan merumuskan kurikulum dan langkah eksekusi demi percepatan pemanfaatan aset Muhammadiyah di Karimunjawa.
Editor: Akmal



