Klaim JKN BPJS Sering Ditolak Rumah Sakit? Ternyata Ini Kunci Rahasia di Balik Layar
PWMJATENG.COM, TEMANGGUNG — Di balik kelancaran pencairan dana miliaran rupiah milik rumah sakit, keberadaan tenaga koder yang teliti dalam menganalisis data rekam medis pasien memegang peranan yang sangat krusial. Guna mencegah potensi fraud dan penolakan berkas, AKMT Temanggung bersama DPD PORMIKI Jawa Tengah langsung menggembleng puluhan mahasiswa rekam medis semester akhir melalui simulasi E-Klaim intensif di Kampus A AKMT, Jumat (22/5/2026).
Pencegahan kecurangan (fraud) menjadi fokus utama dalam tata kelola keuangan kesehatan digital saat ini. Oleh karena itu, tenaga kesehatan harus memiliki ketelitian tinggi saat melakukan kodifikasi diagnosis penyakit pasien. Jika koder melakukan kesalahan input data, hal tersebut berpotensi menghambat proses pencairan anggaran dan merugikan fasilitas kesehatan.
Direktur AKMT, dr. Galih Herlambang, menegaskan pentingnya penguasaan kompetensi ini bagi para calon lulusan. Pihak kampus sengaja menggandeng organisasi profesi untuk memberikan pembekalan taktis yang sesuai dengan kebutuhan riil industri medis.
“Terima kasih kepada DPD PORMIKI Jawa Tengah yang telah hadir dan berbagi ilmu kepada mahasiswa kami. Kesempatan ini sangat berharga, terlebih AKMT menjadi kampus RMIK pertama yang memperoleh pelatihan langsung dari DPD PORMIKI Jawa Tengah,” ujar dr. Galih Herlambang.

Simulasi Aplikasi E-Klaim untuk Akurasi Data
Para narasumber profesional membedah berbagai materi krusial selama dua hari pelatihan. Materi tersebut meliputi kebijakan Program JKN, kode etik perekam medis, hingga analisis mendalam terhadap dokumen rekam medis. Penguatan kompetensi ini berfokus pada aturan kodifikasi penyakit dan tindakan medis berdasarkan standar ICD-10 dan ICD-9-CM.
Aspek praktis mendominasi jalannya kegiatan di dalam kelas. Peserta tidak hanya mendengarkan teori, tetapi juga langsung mempraktikkan pengkodean kasus-kasus riil yang sering muncul di rumah sakit.
Mahasiswa semester 6 menunjukkan antusiasme tinggi saat mereka mencoba mensimulasikan sistem pembiayaan kesehatan digital. Mereka belajar mengoperasikan aplikasi E-Klaim secara presisi guna meminimalkan risiko penolakan berkas oleh pihak verifikator.
Jaminan Kualitas Layanan Kesehatan Masa Depan
Akurasi data rekam medis menjadi pilar utama dalam mendukung keberlanjutan program jaminan kesehatan nasional. Melalui kolaborasi strategis ini, institusi pendidikan berkomitmen melahirkan koder rekam medis yang siap pakai. Kesiapan kerja lulusan tersebut akan membantu rumah sakit dalam mengelola administrasi keuangan secara lebih transparan dan akuntabel.
Pelatihan intensif ini akhirnya ditutup dengan sesi evaluasi hasil praktik kodifikasi mahasiswa. Melalui bekal keterampilan digital ini, para lulusan diharapkan mampu mempercepat proses pelayanan sekaligus memperkuat sistem pencegahan fraud kesehatan di berbagai fasilitas rujukan tingkat lanjutan.
Kontributor : Grecea Catlyn
Editor: Al-Afasy



