Berita

Menyongsong Abad Kedua, Spirit Kemandirian Meledak di Pembukaan Muktamar Nasyiatul Aisyiyah 2026

PWMJATENG.COM, SURAKARTA –  Semangat kemandirian meledak hebat di tengah lautan ribuan kader perempuan yang memadati Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Energi besar untuk menyongsong abad kedua pergerakan ini menjadi detak jantung utama dalam gelaran akbar Pembukaan Muktamar Nasyiatul Aisyiyah 2026, Jumat (7/8/2026).

Perjuangan menuju perhelatan akbar ini tidaklah mudah bagi sebagian besar peserta. Banyak kader rela mengorbankan waktu istirahat dan menyisihkan penghasilan pribadi demi merumuskan arah masa depan organisasi. Bahkan, kisah haru mewarnai perjalanan epik para peserta dari wilayah timur Indonesia.

“Ada yang menggunakan kapal, teman-teman dari NTT, dari Sulawesi Selatan, bawa putra-putrinya itu naik kapal. Ini masih menjadi semangat Nasyiatul Aisyiyah hingga saat ini,” ujar Ketua Umum PP Nasyiatul Aisyiyah, Ariati Dina Puspitasari.

Dedikasi dalam Sunyi

Lebih lanjut, kemegahan panggung Muktamar sejatinya bersumber dari keringat para kader di akar rumput. Mereka terus menghidupkan organisasi di tengah berbagai himpitan keterbatasan. Banyak kader tangguh mengajar mengaji sepulang bekerja atau mendampingi korban kekerasan tanpa pamrih.

Oleh karena itu, kekuatan sejati gerakan ini tidak terletak pada gemerlap seremoni semata. Ketangguhan mereka justru lahir dari pengabdian nyata.

“Kekuatan Nasyiatul Aisyiyah selalu hadir dari ketulusan ribuan kader yang bekerja dalam sunyi, yang menghidupkan organisasi bukan karena mencari tepuk tangan,” kata Ariati menegaskan.

Wahana Silaturahmi dan Gagasan

Menanggapi militansi ribuan kader tersebut, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Haedar Nashir, M.Si., memberikan apresiasi tinggi. Selanjutnya, ia mengingatkan agar perhelatan ini tidak sekadar menjadi ajang perayaan atau rutinitas kumpul bersama. Momentum ini wajib menjadi wadah konsolidasi gagasan dan penguatan persaudaraan.

“Muktamar bukan sekadar tempat kita berkumpul, hadir, dan berpartisipasi dari awal sampai akhir. Jadikan muktamar sebagai arena, wahana, dan wasilah kita untuk memperkuat silaturahmi kita,” tutur Haedar.

Kini, seluruh keringat dan air mata perjuangan tersebut melebur menjadi satu di Kota Surakarta. Momentum Pembukaan Muktamar Nasyiatul Aisyiyah 2026 ini sekaligus menjadi titik tolak paling krusial bagi organisasi untuk berani menyongsong abad kedua pergerakannya.

Editor: Al-Afasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/