Sempat Cemas Kuliah Jauh dari Rumah, Mahasiswa Thailand Ini Temukan ‘Keluarga Baru’ di Universitas Muhammadiyah Surakarta
PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Perjuangan melawan kerinduan rumah (homesick) mengantarkan Affisan bin Etae, mahasiswa asing asal Thailand, meraih gelar Magister Teknik Kimia dalam acara pelepasan wisudawan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) di Ruang Seminar Pascasarjana, Kamis (18/6/2026).
Pelepasan 67 calon wisudawan dari 18 program studi tersebut berlangsung di Ruang Seminar Gedung Pascasarjana UMS. Di antara puluhan lulusan yang bersiap menuntaskan perjalanan akademiknya, terselip kisah inspiratif kuliah dari seorang mahasiswa asing.
Affisan bin Etae menjadi salah satu sosok yang menarik perhatian. Baginya, kelulusan dari Universitas Muhammadiyah Surakarta ini bukan sekadar tentang menyelesaikan studi pascasarjana. Perjalanan ini adalah buah dari keberaniannya meninggalkan kampung halaman demi mengejar cita-cita.
Saat pertama kali menginjakkan kaki di Indonesia, Affisan membawa harapan besar sekaligus kecemasan yang mendalam. Jarak yang memisahkannya dari keluarga sempat menjadi beban emosional yang berat.
“Saya datang ke Indonesia dengan banyak harapan dan juga banyak kekhawatiran. Jauh dari keluarga itu bukan hal yang mudah bagi saya,” ungkap Affisan mengenang awal masa perkuliahannya.
Menemukan Keluarga Baru Lintas Budaya di Solo
Namun, lingkungan kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta yang hangat perlahan mengikis rasa cemas tersebut. Affisan justru menemukan keluarga baru yang sangat mendukung proses belajarnya selama berada di Indonesia. Cerita inspiratif lulusan kampus ini semakin lengkap dengan jalinan persahabatan yang melintasi batas negara, budaya, hingga agama.
“Universitas ini memberi saya lebih sekedar ilmu. Menjumpa teman-teman yang luar biasa bagi saya. Saya banyak kenangan yang saya tidak akan lupa dan saya bawa pulang ke Thailand,” tutur Affisan dengan penuh rasa syukur.
Kisah mahasiswa asing seperti Affisan ini sejalan dengan pesan dari pimpinan kampus. Universitas Muhammadiyah Surakarta memang berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu beradaptasi dengan lingkungan global.
Tantangan Global dan Kontribusi Lulusan Pascasarjana
Direktur Pascasarjana UMS, Prof. Farid Wajdi, Ph.D., mengingatkan bahwa para lulusan akan langsung menghadapi situasi global yang penuh ketidakpastian. Menurutnya, perkembangan kecerdasan buatan (AI) hingga polarisasi sosial-politik menuntut alumni untuk menjadi pribadi yang adaptif.
“Jadikan menjadi pribadi yang adaptif, berintegritas, dan memberi manfaat untuk semua. Itu menjadi penting. Jadilah insan yang tidak sekedar mengejar kesuksesan pribadi, tapi juga menghadirkan kebermanfaatan bagi umat, bangsa dan kemanusiaan,” pesan Farid kepada para lulusan.
Sementara itu, Wakil Rektor I UMS, Prof. Ihwan Susila, Ph.D., menegaskan pentingnya komitmen nyata dari setiap alumni. Ia berharap momen kelulusan dari Universitas Muhammadiyah Surakarta ini menjadi pijakan untuk memberikan perubahan positif di masyarakat luas.
“Indonesia Emas itu besok juga Indonesia Emas kalau kita benar-benar bisa sungguh-sungguh ya, punya komitmen ya, dengan sungguh-sungguh, dengan kontribusi kita masing-masing,” pungkas Ihwan.
Kontributor: Maysali
Editor: Alafasy



