Berita

Ketua PDM Temanggung di PRM Bolang: Perbedaan Metode Puasa Adalah Dinamika Ijtihad

PWMJATENG.COM, TEMANGGUNG — Dusun Bolang, Desa Klepu, menjadi saksi geliat ilmu pada fajar kedua Ramadan 1447 H. Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Bolang menggelar Kajian Ramadan dengan menghadirkan narasumber utama, Drs. KH. Makmun Pitoyo, M.Pd., Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Temanggung, Kamis (19/2).

Bertempat di Masjid Baiturrahman, kajian yang dimulai pukul 05.00 WIB ini dipadati jamaah yang antusias mendalami makna puasa dan berbagai problematika kontemporer di seputarnya.

Dalam paparannya, KH. Makmun Pitoyo menekankan bahwa puasa secara istilah bukan sekadar perpindahan jam makan. “Puasa adalah menahan diri dari hal-hal yang membatalkan, sejak terbit fajar hingga terbenam matahari, disertai niat tulus karena Allah Swt.,” jelasnya.

Lebih jauh, beliau mengingatkan bahwa keberhasilan puasa diukur dari dimensi spiritualnya. Puasa harus menjadi momentum pengendalian diri secara total, termasuk menjaga lisan, emosi, dan perilaku dari hal-hal yang tidak bermanfaat demi membentuk pribadi yang bertakwa.

Salah satu poin krusial yang dibahas adalah perbedaan penetapan awal Ramadan. KH. Makmun Pitoyo memberikan edukasi yang menyejukkan terkait metode Ru’yah (melihat hilal secara fisik) dan Hisab (perhitungan astronomi).

“Perbedaan metode tidak boleh mengurangi ukhuwah. Ru’yah bisa dipahami secara visual mata telanjang, maupun dengan ilmu pengetahuan melalui hisab. Keduanya memiliki dasar argumentasi masing-masing dan merupakan bagian dari khazanah ijtihad Islam,” tegas Ketua PDM Temanggung tersebut.

Beliau mengimbau jamaah untuk tetap bijak dan tidak mudah terprovokasi oleh perbedaan pandangan, melainkan justru menjadikannya sebagai sarana untuk saling menghormati dalam bingkai persatuan umat.

Menutup kajiannya, KH. Makmun Pitoyo memaparkan rukun puasa, di mana niat menduduki posisi sentral. “Tanpa niat, puasa tidak sah. Niat adalah penegas bahwa segala keletihan kita menahan lapar benar-benar ditujukan hanya untuk mencari rida Allah Swt.,” pungkasnya.

Kegiatan yang berakhir tepat pukul 06.00 WIB ini diharapkan dapat memperkuat fondasi keagamaan warga Bolang agar menjalankan ibadah Ramadan dengan landasan ilmu yang kuat dan hati yang lapang.

Editor: Al-Afasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/