Kepala LLDIKTI VI Tantang Mahasiswa Baru UNIMUS Hadapi Era AI Jadi Generasi 4.0
PWMJATENG.COM, SEMARANG — Era kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) menuntut perubahan mendasar pada pola pikir dan cara belajar para civitas akademika di perguruan tinggi. Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI Wilayah VI) Jawa Tengah, Prof. Dr. Aisyiah Endah Palupi, M.Pd., menyampaikan hal tersebut saat mengisi materi Masta UNIMUS 2026. Di hadapan ribuan peserta, Prof. Palupi menegaskan bahwa mahasiswa baru UNIMUS harus berani keluar dari rutinitas kampus yang monoton demi menjadi Mahasiswa 4.0 yang kreatif, kritis, serta berdampak.
Transisi dari dunia sekolah menuju pendidikan tinggi membutuhkan cara berpikir baru yang lebih matang. Oleh karena itu, mahasiswa baru UNIMUS tidak boleh hanya menjadi penginstal aplikasi atau sekadar konsumen teknologi AI. Mahasiswa harus memahami substansi ilmu pengetahuan di balik teknologi tersebut agar mampu melahirkan inovasi nyata bagi masyarakat.
“Dunia berubah cepat, maka peran mahasiswa juga ikut berubah. Mahasiswa tidak cukup hanya belajar. Mereka harus belajar, berkarya, dan memberikan dampak,” ujar Prof. Palupi dalam acara Masa Ta’aruf tersebut.
Tiga Pilar Utama Mahasiswa 4.0 di Era Digital
Guna menjawab tantangan zaman, Prof. Palupi memperkenalkan tiga kekuatan utama yang wajib dimiliki oleh setiap mahasiswa baru UNIMUS. Kemampuan kreatif menjadi pilar pertama yang tumbuh dari rasa ingin tahu tinggi serta keberanian mencoba gagasan baru, meski dalam keterbatasan. Selain itu, kolaborasi lintas keilmuan akan memperkuat daya cipta mahasiswa dalam menghasilkan karya terobosan.
Pilar kedua adalah kemampuan berpikir kritis dalam menyaring derasnya arus informasi digital. Mahasiswa perlu memeriksa data, menguji asumsi, serta memverifikasi kebenaran sebelum mengambil keputusan. Pilar ketiga adalah fokus pada dampak nyata, tempat mahasiswa mampu merancang solusi atas persoalan konkret yang dihadapi warga.
Penggunaan teknologi AI di lingkungan akademik harus memacu peningkatan kapasitas analisis, bukan malah mematikan daya pikir cerdas. Mahasiswa baru UNIMUS perlu terus mengasah kecakapan etis agar penggunaan media digital tetap membawa manfaat luas.
Langkah maju ini menuntut seluruh mahasiswa baru UNIMUS untuk aktif membangun jejaring dan berani bereksperimen. Kehidupan kampus harus dimaknai sebagai ruang bertumbuh, berkolaborasi, serta mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan yang berdaya saing global.
Kontributor: Humas UNIMUS
Editor: Akmal



