Gandeng ‘Presiden Gen-Z’, HMP PTI UMS Kupas Nasib Guru di Era Gempuran AI
PWMJATENG.COM, Surakarta – Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Informatika (HMP PTI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sukses menggelar gebrakan baru. Organisasi mahasiswa ini menyelenggarakan Seminar Nasional Pekan Ilmiah Mahasiswa & Pelajar (PIMPEL) 2026 di Auditorium Mohammad Djazman UMS pada Kamis (11/6/2026).
Pihak panitia mengemas agenda ilmiah tersebut ke dalam satu rangkaian besar bersama PTI IT Competition Festival (PITCOMFEST). Melalui tema “Edu-Volution: Tech for Sustainable Learning”, mereka mencoba membedah arah baru dunia pendidikan digital. Alhasil, ratusan mahasiswa PTI serta puluhan siswa SMA/SMK se-Soloraya memadati lokasi acara sejak pagi hari.
Guna menghidupkan suasana diskusi, HMP PTI UMS sengaja mengundang sang “Presiden Gen-Z”, Rian Fahardhi, sebagai narasumber utama. Kreator konten berdarah muda itu datang untuk mengupas tuntas dampak masif dari adopsi teknologi saat ini. Kehadiran figur publik tersebut terbukti ampuh memicu antusiasme tinggi dari para peserta.
AI Tidak Akan Bisa Menggantikan Guru
Ketua Panitia PIMPEL 2026, Fatta, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan inisiasi murni dari Departemen PPSDM HMP PTI UMS. Melalui forum nasional tersebut, pengelola ingin menyuntikkan cara pandang baru mengenai konsep keberlanjutan dalam dunia pendidikan. Konsep ini menjadi modal penting bagi para calon pendidik sebelum mereka benar-benar terjun ke masyarakat.
“Sebab, profesi guru yang menjadi prospek masa depan mahasiswa kami tidak akan pernah tergantikan oleh robot,” ujar Fatta dengan optimis, Jumat (12/6/2026).
Menurut Fatta, secanggih apa pun kecerdasan buatan (AI) berkembang, mesin tidak akan mampu mengadopsi sentuhan rasa manusia. Oleh karena itu, seminar ini menjadi momen pengingat yang paling tepat bagi calon guru agar tidak merasa inferior terhadap teknologi. Sebaliknya, mereka justru harus mampu mengendalikan sistem pintar tersebut sebagai alat bantu mengajar.
Kunci Bertahan Lewat Tiga Prinsip Belajar
Selaras dengan hal itu, Rian Fahardhi mengingatkan generasi muda untuk segera bersiap menghadapi lompatan teknologi yang super cepat. Di hadapan audiens, Rian memaparkan bahwa kehidupan manusia modern dibentuk oleh tiga variabel utama, yakni kepastian, kemungkinan, dan kebetulan. Kepastian yang paling nyata hari ini adalah perubahan zaman serta kehadiran AI di segala lini kehidupan.
“Oleh karena itu, anak muda wajib fokus pada hal-hal yang masih berada di bawah kendali diri sendiri,” tegas Rian mengarahkan.
Langkah konkret tersebut bisa mereka tempuh dengan cara membangun keterampilan baru serta membentuk kebiasaan positif harian. Rian juga memperkenalkan konsep learn, unlearn, dan relearn agar kompetensi mahasiswa tetap relevan dengan industri. Menurutnya, kesuksesan era sekarang tidak lagi bertumpu pada siapa yang paling pintar, melainkan siapa yang paling cepat beradaptasi.
Apresiasi tinggi turut datang dari Kepala Program Studi PTI UMS, Sukirman, S.T., M.T., Ph.D. Beliau menilai seminar besutan HMP PTI UMS ini berhasil membangun urgensi berharga bagi mahasiswa untuk terus memupuk kreativitas digital. Melalui modal pengetahuan, jaringan, serta reputasi yang konsisten, lulusan kampus siap menjadi jawara di bursa kerja masa depan.
Kontributor: Shandy
Editor: Ayma



