Rektor UMS Tawarkan Peluang Internasional, 490 Penerima Beasiswa UMS Siap Go Global
PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyiapkan ratusan mahasiswa penerima Beasiswa UMS untuk menjadi pemimpin masa depan yang mendunia. Lembaga Pengembangan Persyarikatan, Pengkaderan, dan Alumni (LP3A) menggembleng langsung para mahasiswa pilihan tersebut dalam acara koordinasi intensif di Auditorium Djazman Kampus 1 UMS, Rabu (17/6/2026). Langkah strategis kampus ini bertujuan mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, melainkan juga berkarakter global.
Ketua LP3A UMS, Bambang Sukoco, S.H., M.H., langsung membakar semangat para peserta sejak awal acara. Ia menegaskan bahwa seluruh penerima Beasiswa UMS merupakan individu terpilih melalui seleksi yang ketat. Oleh karena itu, para mahasiswa harus bersyukur dengan cara memantaskan diri serta menunjukkan prestasi terbaik selama kuliah di UMS.
Strategi MBG untuk Mahasiswa Pilihan
Untuk menghadapi tantangan zaman yang dinamis, Bambang mengajak para mahasiswa menerapkan konsep khusus bernama “MBG”. Konsep tersebut bukan merujuk pada program Makan Bergizi Gratis pemerintah. Istilah unik ini singkatan dari tiga langkah penting, yaitu refresh tujuan hidup, bersinergi, dan gerak cepat menyambut perubahan.
Melalui tiga langkah konkret tersebut, mahasiswa dapat memahami esensi mendalam sebagai penerima Beasiswa UMS. Kampus menyadari bahwa para mahasiswa baru mungkin belum sepenuhnya terbentuk menjadi kader murni. Namun, pihak universitas optimistis proses pembinaan di organisasi kampus akan melahirkan pemimpin masa depan yang berwawasan luas.
Peluang Emas Berkarir di Luar Negeri
Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor I UMS, Prof. Ihwan Susila, S.E., M.Si., Ph.D., memaparkan visi besar universitas mengenai internasionalisasi. Pihak kampus terus membuka lebar kesempatan bagi penerima Beasiswa UMS untuk merasakan pengalaman global. Universitas Muhammadiyah Surakarta ingin para mahasiswanya aktif berkontribusi di berbagai belahan dunia.
Dalam sambutan terpisah, Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., bahkan menawarkan peluang yang sangat prestisius. Rektor UMS membuka jalan bagi para mahasiswa bertalenta untuk berkiprah di luar negeri, termasuk menjadi imam di beberapa negara mitra. Menurut pihak rektorat, kombinasi kemampuan keagamaan yang kuat dan prestasi akademik akan menjadi modal utama untuk merebut peluang internasional tersebut.
“Kader Muhammadiyah tidak boleh berpikir bahwa dunia luar itu jauh,” tegas Ihwan di depan ratusan mahasiswa. Kampus mendorong para penerima Beasiswa UMS menjadi warga dunia yang aktif mewarnai peradaban global. Universitas juga memotivasi para mahasiswa agar terus melanjutkan studi ke jenjang magister hingga doktor setelah lulus nanti.
Menjaga Karakter dan Reputasi Kampus
Sementara itu, Wakil Rektor III UMS, Dr. Mutohharun Jinan, M.Ag., mengingatkan pentingnya aspek moralitas. Forum pembinaan ini berfungsi sebagai sarana mengasah kemampuan komunikasi, kolaborasi, dan kepemimpinan mahasiswa. Komponen-komponen non-akademik tersebut sangat menentukan keberhasilan mereka di masyarakat nantinya.
Mutohharun berpesan agar seluruh mahasiswa aktif menjaga reputasi besar Universitas Muhammadiyah Surakarta. Caranya adalah dengan konsisten mencetak prestasi baru dari hari ke hari. Pihak kampus menekankan bahwa prestasi akademik yang gemilang harus berjalan beriringan dengan akhlak yang mulia.
Melalui program pendampingan yang terstruktur ini, UMS berharap para penerima Beasiswa UMS tumbuh menjadi kader umat dan bangsa yang tangguh. Lulusan kampus ini diharapkan siap menghadapi perubahan zaman dan memberikan dampak positif bagi dunia internasional.
Kontributor: Yusuf
Editor: Alafasy



