Inovasi Mesin Pencacah Kedelai PCM Ajibarang Curi Perhatian di CRM Award Jateng 2026
PWMJATENG.COM, JEPARA — Kontingen Cabang Muhammadiyah (PCM) Ajibarang unjuk kebolehan pada gelaran CRM Award Jateng 2026 di SD Muhammadiyah Blimbingrejo, Nalumsari, Jepara. Sebanyak 11 utusan dari wilayah barat Banyumas hadir membawa misi dakwah. Selain itu, mereka juga aktif memamerkan berbagai produk unggulan karya warga persyarikatan.
Kehadiran delegasi ini menjadi bukti nyata bahwa geliat dakwah terus hidup. Oleh karena itu, sektor pendidikan, sosial, dan ekonomi senantiasa menjadi prioritas. Wakil Ketua PCM Ajibarang, H. Ichnathan Riva’i, menegaskan bahwa keikutsertaan mereka bertujuan mempererat silaturahmi. Di samping itu, langkah ini juga dilakukan untuk memperkuat akar organisasi di tingkat lokal.
Inovasi Teknologi dan Produk UMKM Lokal
Selanjutnya, panggung Expo Produk Unggulan binaan LPCRPM Muhammadiyah menjadi ajang pembuktian potensi desa. Salah satu karya yang menyedot perhatian pengunjung adalah Mesin Pencacah Kedelai rakitan siswa SMK Muhammadiyah 2 Ajibarang. Inovasi teknologi tepat guna tersebut lahir langsung dari tangan para siswa di bawah bimbingan guru.
Mengenai hal tersebut, Kepala SMK Muhammadiyah 2 Ajibarang, Budi Krisnandi, menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian para murid. Ia menjelaskan bahwa mesin ini dirancang untuk memberi solusi bagi industri olahan makanan. Akibatnya, sekolah vokasi terbukti mampu menjadi lokomotif penggerak ekonomi umat.
Tidak hanya alat tepat guna, stan pameran utusan Muhammadiyah Banyumas ini menyajikan beragam kuliner olahan rumahan. Sebagai contoh, tim MI Muhammadiyah Ajibarang (Mahadia) menampilkan pelet ikan, jenang, dan mendoan tempe. Sementara itu, kelompok ibu-ibu PRA Singasari Karanglewas turut memasarkan aneka kripik, ampyang ketan, hingga bumbu pecel.
Ajang Menguatkan Akar Dakwah
Pada saat yang sama, ajang CRM Award Jateng 2026 mempertemukan 10 cabang unggulan, 9 ranting unggulan, dan 6 masjid terbaik dari seluruh Jawa Tengah. Seluruh peserta bersaing secara sehat untuk merebut posisi sebagai Duta Jawa Tengah. Namun demikian, hasil akhir bukanlah satu-satunya fokus utama.
Bagi seluruh utusan PCM Ajibarang, kompetisi ini justru memberikan suntikan semangat baru untuk memajukan daerah. Rangkaian kegiatan pameran dan presentasi menjadi ruang belajar yang sangat berharga. Sebab, pengembangan persyarikatan ke depan membutuhkan inovasi berkelanjutan.
Dengan demikian, semangat bergotong royong ini menjadi momentum penting untuk membuktikan bahwa karya desa mampu berdampak luas. Pada akhirnya, dakwah pemberdayaan yang digerakkan oleh Muhammadiyah Banyumas akan terus berjalan secara konsisten.
Kontributor: Tarqum Aziz
Editor: Al-Afasy



