PDNA Temanggung Tampil Eksklusif di Pra-Acara Pembukaan Muktamar Nasyiatul Aisyiyah XV
PWMJATENG.COM, SURAKARTA – Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Temanggung mencatatkan prestasi membanggakan tingkat nasional. Mereka menjadi satu-satunya perwakilan daerah se-Indonesia yang tampil eksklusif pada pra-acara pembukaan Muktamar Nasyiatul Aisyiyah XV di Surakarta. Kehadiran istimewa mereka menyita perhatian ribuan peserta. Panitia memang sengaja menghadirkan sesi pra-acara ini untuk menyemarakkan suasana sebelum pembukaan resmi.
Gelaran akbar Muktamar Nasyiatul Aisyiyah XV ini menyedot sekitar 6.700 peserta dari berbagai pelosok negeri. Untuk menghibur ribuan kader tersebut, tim Temanggung membawakan tari kreasi bertajuk “Nasyiah Cahaya Dunia”. Penampilan energik ini sukses memukau seluruh hadirin di lokasi. Kesempatan berharga ini rupanya bermula dari deretan prestasi gemilang PDNA Temanggung sebelumnya.
Inspirasi dari Juara Senam Nasyiah
Mereka sukses menjuarai lomba Senam Nasyiah tingkat Provinsi Jawa Tengah belum lama ini. Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Jawa Tengah menyelenggarakan lomba tersebut untuk merayakan Milad ke-95. Kemenangan luar biasa inilah yang membuka jalan mereka menuju panggung nasional.
Ketua PDNA Temanggung, Sri Mutinah, S.Pd., menciptakan langsung gerakan senam pemenang tersebut. Karya kreatif ini kemudian berevolusi menjadi tarian memukau untuk ajang pra-acara. Sri Mutinah merancang koreografi yang lincah namun tetap menjunjung tinggi nilai kesantunan.
“Kami menghadapi tantangan untuk membuat gerakan ini tetap santun,” tegas Sri Mutinah.
Ia memastikan tarian tersebut selalu mencerminkan karakter sejati seorang Nasyiah. Karena alasan itu, tim menyusun koreografi dengan memadukan kelincahan kreativitas dan keanggunan perempuan muda.
Syiar Kreativitas Perempuan Berkemajuan
Tim Temanggung menerjunkan sembilan anggota terbaik untuk panggung kehormatan ini. Sri Mutinah memimpin langsung sesi latihan intensif timnya. Mereka tidak sekadar mematangkan ritme koreografi tarian. Tim juga memilih kostum secara cermat agar sesuai pakem karakter perempuan muda Nasyiatul Aisyiyah.
“Kami berlatih semaksimal mungkin dan menyiapkan kostum yang tepat,” jelas Sri Mutinah.
Ia ingin kostum tim memancarkan kepribadian Nasyiah yang aktif, sehat, namun santun. Penampilan seni ini sejatinya membawa misi syiar dakwah yang kuat. PDNA Temanggung ingin membuktikan bahwa kader perempuan bisa berkreasi tanpa melanggar norma.
Lewat karya ini, mereka mensyiarkan pesan “Dance Perempuan Cahaya Dunia”. Pesan inspiratif ini sejalan dengan nilai dasar dakwah Nasyiatul Aisyiyah. Gerakan dinamis yang menolak abai pada kesantunan menjadi bukti nyata dari pesan tersebut.
Momentum Kebanggaan Nasional
Panggung nasional ini berhasil melambungkan nama Temanggung. Perhelatan Muktamar Nasyiatul Aisyiyah XV sendiri berlangsung meriah pada 6–8 Agustus 2026. Surakarta bertindak sebagai tuan rumah acara bertema “Perempuan Berkemajuan untuk Peradaban Berkelanjutan” ini. Muktamar menjadi ajang strategis untuk merumuskan arah gerak organisasi ke depan.
Sejumlah tokoh elite Muhammadiyah dan Aisyiyah turut memeriahkan acara. Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, hadir langsung menyapa peserta muktamar. Siti Noordjannah Djohantini selaku Ketua Umum PP ‘Aisyiyah juga nampak hadir di lokasi. Kehadiran tokoh sentral ini menambah kobaran semangat ribuan peserta.
Kesempatan emas tampil eksklusif pada pra-acara pembukaan Muktamar Nasyiatul Aisyiyah XV ini menjadi tonggak sejarah PDNA Temanggung. Prestasi gemilang mereka membuktikan bahwa kreativitas seni dan kesantunan bisa berpadu sempurna. Mereka sukses mewujudkan visi perempuan berkemajuan melalui karya nyata.
Kontributor: Reee
Editor: Al-Afasy



