Berita

Mahasiswa UMS Borong Medali di Kompetisi Nasional Bali, Sabet 7 Penghargaan Sekaligus

PWMJATENG.COMSURAKARTA — Tim mahasiswa UMS borong medali dalam ajang kompetisi nasional yang berlangsung di Universitas Udayana, Bali, pada 19–20 September 2026. Delegasi Universitas Muhammadiyah Surakarta ini sukses memborong total tujuh penghargaan bergengsi sekaligus lewat ajang tersebut.

Capaian gemilang ini lahir dari kolaborasi dua ajang besar, yaitu Nusantara Creative Competition 4 (NCC 4) dan National Essay Competition 3 (NESCO 3). Dalam ajang ini, UMS menerjunkan sebanyak lima tim delegasi yang bertanding pada berbagai segmen perlombaan.

Perjuangan delegasi UMS berjalan sangat ketat karena harus bersaing melawan lebih dari 280 peserta dari 76 perguruan tinggi di 19 provinsi se-Indonesia. Namun, adu gagasan inovatif tersebut akhirnya membuahkan hasil manis bagi kontingen kampus Surakarta ini.

Kontingen UMS membawa pulang rincian prestasi berupa 3 medali perak (silver medal), 3 medali perunggu (bronze medal), serta 1 penghargaan khusus Favorite Poster. Keberhasilan ini membuktikan konsistensi kampus dalam membina talenta muda yang unggul di bidang akademis dan riset ilmiah.

Buah Kerja Keras dan Dedikasi Tim

Salah satu peraih medali perak, Arkan Makarim Ahmad, menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas pencapaian kolektif seluruh tim UMS di Bali. Ia menyebut hasil manis ini lahir dari kerja keras serta kolaborasi erat antara mahasiswa dan kampus.

“Capaian ini merupakan hasil dari kerja keras, dedikasi, serta kolaborasi luar biasa dari seluruh anggota tim dan pihak kampus. Harapan kami, prestasi ini tidak berhenti sampai di sini saja,” ujar Arkan, Rabu (23/9/2026).

Arkan menambahkan bahwa pencapaian ini harus menjadi pemicu semangat bagi rekan-rekannya. Ia ingin keberhasilan ini menginspirasi mahasiswa lain untuk berani melahirkan karya berdaya guna.

“Prestasi ini diharapkan bisa menjadi pemantik semangat bagi seluruh mahasiswa UMS untuk terus berani berkarya, berinovasi, dan melahirkan solusi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat luas,” lanjutnya.

Esensi Berkompetisi dan Komitmen Kampus

Sementara itu, Alif Muhammad Faiz Robbani menegaskan pesan utama di balik keikutsertaan delegasi UMS dalam ajang nasional ini. Menurut Faiz, esensi utama kompetisi bukan sekadar mengejar piala atau medali, melainkan melatih pola pikir kritis.

“Kemenangan dan medali ini adalah bonus dari proses panjang yang kami lalui. Pesan utama yang ingin kami sampaikan adalah jangan pernah ragu untuk mencoba dan menyuarakan gagasan inovatif,” tegas Faiz.

Ia juga menekankan pentingnya ajang nasional sebagai sarana menguji pemikiran dan membangun jejaring. Lewat ajang ini, mahasiswa membuktikan bahwa gagasan muda dari kampus mampu bersaing dan memberikan dampak positif secara nasional.

Keberhasilan aksi mahasiswa UMS borong medali di NCC 4 dan NESCO 3 ini semakin memperkuat komitmen kampus. Universitas Muhammadiyah Surakarta terus mendukung iklim kompetisi, riset ilmiah, serta pengembangan minat dan bakat mahasiswa menuju prestasi berkelanjutan.

Kontributor: Maysali
Editor: Akmal

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *