Pelepasan Wisudawan FEB UMS 2026: Dekan Ingatkan Lulusan Jangan Pernah Menganggur
PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta menggelar pelepasan wisudawan FEB UMS 2026 di Gedung Ahmad Syafii Maarif, Rabu (23/9/2026). Pimpinan fakultas mendorong seluruh lulusan untuk langsung melangkah aktif dan pantang menganggur usai menyelesaikan studi.
Sebanyak 270 calon lulusan mengikuti acara pelepasan wisudawan FEB UMS 2026 ini. Sebanyak 150 wisudawan laki-laki dan 120 wisudawan perempuan secara resmi siap melangkah ke dunia profesional.
Para lulusan tersebut berasal dari program studi Manajemen, Akuntansi, Ekonomi Pembangunan, hingga jenjang Magister. Selain itu, fakultas turut memberikan apresiasi khusus kepada 47 lulusan yang berhasil meraih predikat cumlaude.
Pesan Tegas Dekan Hadapi Dunia Kerja
Dekan FEB UMS Prof. Dr. Muzakar Isa, S.E., M.Si., menyampaikan ucapan selamat sekaligus pesan penting kepada para lulusan. Ia meminta wisudawan UMS membawa manfaat nyata bagi masyarakat luas melalui karya dan aksi nyata.
“Jangan pernah menganggur, jangan pernah berhenti beraktivitas. Istirahatnya orang hebat adalah berpindah dari satu kegiatan ke kegiatan lain,” tegas Muzakar dalam sambutannya.
Ia menekankan prinsip kerja keras dan fleksibilitas dalam menghadapi setiap tantangan dunia kerja. Menurutnya, keikhlasan dalam bertindak akan membuka jalan keberhasilan bagi para alumni UMS di masa depan.
Sementara itu, Wakil Dekan I FEB UMS Aflit Nuryulia Praswati, S.E., M.M., mengingatkan bahwa IPK tinggi hanyalah awal dari perjalanan. Ia meminta para lulusan terus menjaga integritas dan mengingat pengorbanan serta doa orang tua.
Strategi Karir dan Tantangan AI
Acara pelepasan wisudawan FEB UMS 2026 ini juga menghadirkan akademisi UIN Salatiga, Dr. Mohammad Rofiuddin, S.E., M.Si., sebagai pembicara tamu. Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMS tersebut membagikan strategi sukses membangun karier di era digital.
Rofiuddin memaparkan tiga jalur utama yang bisa ditempuh lulusan, yaitu karier profesional, kewirausahaan, dan dunia akademik. Ia menekankan pentingnya membangun karakter yang adaptif, terutama saat menghadapi tantangan kecerdasan buatan AI yang mengubah peta industri secara cepat.
“Integritas, keberanian, dan konsistensi menjadi kunci utama keberhasilan Anda. Perjalanan karier memang tidak selalu lurus, tetapi kegagalan bukanlah alasan untuk berhenti mencoba,” ujar Rofiuddin di hadapan ratusan wisudawan UMS.
Perwakilan wisudawan terbaik, Arief Surya Adhi, turut menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh civitas akademika UMS. Ia mengajak rekan-rekannya untuk menjaga nama baik almamater serta berani membawa perubahan positif di masyarakat.
Kontributor: Maysali
Editor: Akmal



