Children of Heaven Versi Indonesia Kuras Air Mata Ratusan Kader AMM Wonosobo di Bioskop
PWMJATENG.COM, WONOSOBO – Ratusan kader Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Wonosobo memadati New Star Cineplex (NSC) Wonosobo pada Selasa (16/6/2026). Kehadiran sekitar 180 penonton ini bertujuan untuk menyaksikan Children of Heaven versi Indonesia, sebuah adaptasi layar lebar yang sedang memicu antusiasme tinggi pencinta sinema.
Kegiatan nonton bareng AMM Wonosobo ini menjadi bagian dari instruksi langsung Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pihak lembaga menilai film ini membawa pesan moral yang sangat kuat untuk penguatan karakter keluarga.
Pesan Moral dan Nilai Kehidupan
Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Wonosobo, Firman Cahyadi, memberikan pengantar khusus sebelum pemutaran film. Firman menegaskan bahwa film ini berhasil menyajikan corak literasi yang berbeda bagi para kader.
“Etika, value, dan nilai luhur dalam cerita ini tidak berubah. Hal itulah yang menjadi tolok ukur keberpihakan kita,” ujar Firman Cahyadi di hadapan penonton.
Alur cerita fiksi yang sederhana ini nyatanya sukses menguras emosi penonton di dalam studio bioskop. Narasi yang kuat memberikan pesan mendalam bahwa setiap ujian hidup selalu memiliki jalan keluar dari Allah SWT.
Sentuhan Sutradara Hanung Bramantyo
Secara historis, Children of Heaven versi Indonesia merupakan adaptasi dari film legendaris Iran (1997). Proyek adaptasi ini digarap langsung oleh sutradara nasional ternama, Hanung Bramantyo.
Melalui tangan dingin Hanung, sinopsis Children of Heaven versi Indonesia bergeser menggunakan latar pinggiran Kota Semarang era 1980-an. Film drama keluarga tersebut mengisahkan perjuangan pelik kakak beradik bernama Ali (Jared Ali) dan Zahra (Humaira Jahra).
Konflik cerita bermula ketika Ali tidak sengaja menghilangkan satu-satunya sepatu sekolah milik adiknya. Karena keterbatasan ekonomi, mereka terpaksa bergantian memakai satu pasang sepatu usang tersebut agar tidak terlambat sekolah.
Puncak emosi penonton membuncah saat Ali mengikuti lomba lari maraton demi mengincar hadiah sepasang sepatu baru. Namun, berkat kegigihan yang luar biasa, Ali justru tidak sengaja keluar sebagai juara pertama.
Melalui harga tiket masuk sebesar Rp25.000, para kader juga ikut menyisihkan infak organisasi sebesar Rp5.000 ke LSBO PP Muhammadiyah. Pengalaman menyaksikan Children of Heaven versi Indonesia ini memberikan nilai edukasi yang jauh lebih besar daripada nominal tiket tersebut.
Kontributor: Rudi Pramono
Editor: Alafasy



