Berita

Bukan Sekadar Medis, Nakes di RSU PKU Aghisna Muhammadiyah Kroya Kini Jadi ‘Juru Dakwah’

PWMJATENG.COM, CILACAP – Melibatkan nilai spiritual dalam pelayanan kesehatan, RSU PKU Aghisna Muhammadiyah Kroya mengukuhkan tenaga medisnya sebagai juru dakwah. Mereka mendampingi pasien selama masa penyembuhan.

Peringatan milad ini mengukuhkan posisi RSU PKU Aghisna Muhammadiyah Kroya sebagai pusat layanan kesehatan sekaligus wadah dakwah Muhammadiyah. Perayaan milad ketiga ini berlangsung khidmat di Halaman Poli Gedung Barat RS, Sabtu (6/6/2026).

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, KH Tafsir, menegaskan kehadiran rumah sakit ini melampaui fungsi bisnis medis. Ia menekankan peran setiap insan rumah sakit sebagai penyampai pesan kebaikan melalui profesi masing-masing.

“Bapak Ibu, semua adalah juru dakwah sesuai profesi dan kemampuan masing-masing,” ujar KH Tafsir. Dakwah kini tidak terbatas pada mimbar masjid. Dakwah hadir secara nyata melalui pelayanan prima di rumah sakit.

Integrasi Pelayanan dan Spiritualitas

Direktur RSU PKU Aghisna Muhammadiyah Kroya, Eko Budi Santoso, mengungkapkan komitmen rumah sakit dalam meningkatkan kualitas layanan. Manajemen terus melengkapi SDM dan alat kesehatan modern untuk memastikan penanganan optimal.

“Semua masalah medis bisa kami selesaikan di rumah sakit ini, tidak harus dirujuk ke luar,” ujar Eko Budi Santoso. Langkah ini mempermudah aksesibilitas kesehatan di Cilacap bagi masyarakat.

Sebagai Amal Usaha Muhammadiyah, RSU PKU Aghisna Muhammadiyah Kroya menjadi rujukan masyarakat luas. Dengan status RS Tipe C berkapasitas 180 tempat tidur, manajemen menjalin kolaborasi strategis dengan pemerintah dan pihak swasta. Mereka memperkuat ekosistem kesehatan lokal bersama-sama.

Ladang Pengabdian Berkemajuan

Ketua Badan Pelaksanaan Harian (BPH) RSU PKU Aghisna Muhammadiyah Kroya, M. Yahya Fuad, memandang 13 tahun pengabdian ini sebagai ladang pahala. Ia berpesan agar karyawan meniatkan tindakan medis sebagai ibadah mencari rida Allah SWT.

“Semoga RSU PKU Aghisna Muhammadiyah Kroya semakin berkembang dan bermanfaat bagi masyarakat,” tutur M. Yahya Fuad. Semangat ini sejalan dengan visi dakwah Muhammadiyah yang memprioritaskan pelayanan bagi sesama.

Rangkaian milad ini menyajikan aksi sosial berupa santunan 20 anak yatim, pembagian 100 paket sembako, dan sunatan massal. Pihak RS merencanakan agenda edukatif, termasuk lomba mewarnai pada 4 Juli 2026 mendatang.

Melalui integrasi profesionalisme medis dan nilai dakwah Muhammadiyah, rumah sakit ini menghadirkan ketenangan bagi pasien. Sesuai pesan yang ada, karyawan diharapkan meneladani ayat suci saat melayani. Mereka mengingatkan bahwa Allah SWT adalah sumber kesembuhan bagi setiap insan.

Kontributor: Wasis
Editor: Alafasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *