Ingin Membangun Keluarga Sakinah? ‘Aisyiyah Pekalongan Ungkap Rahasia Kesehatan Mental yang Sering Terabaikan
PWMJATENG.COM, PEKALONGAN – Kesehatan mental kini menjadi pilar utama dalam membangun rumah tangga yang harmonis. Melalui seminar kesehatan dalam rangka Milad ‘Aisyiyah ke-109 di UMPP, para ahli mendorong pentingnya integrasi kesejahteraan psikologis. Hal ini menjadi fondasi mutlak untuk menciptakan keluarga sakinah yang tangguh di era modern.
Memperkokoh Ketahanan Rumah Tangga
Kegiatan di Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) ini menjadi momentum krusial bagi keluarga di Indonesia. Seminar tersebut menekankan bahwa kesehatan mental bukan sekadar isu individu. Sebaliknya, hal itu merupakan fondasi utama bagi terciptanya keluarga sakinah yang bahagia.
Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Fraksi PAN, H. Sofwan Sumadi, menyoroti urgensi perhatian kolektif terhadap isu ini. Menurutnya, stabilitas emosional setiap anggota keluarga sangat menentukan kualitas kehidupan masyarakat.
“Kesehatan mental merupakan aspek penting yang harus mendapat perhatian bersama karena berpengaruh besar terhadap keharmonisan keluarga,” ujar H. Sofwan Sumadi di sela kegiatan. Pernyataan tersebut selaras dengan pandangan Majelis Kesehatan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kabupaten Pekalongan. Mereka memandang penguatan kesehatan mental keluarga sebagai langkah strategis menghadapi tantangan zaman.
Dakwah Edukatif untuk Masyarakat Berkemajuan
Selain ajang refleksi Milad ‘Aisyiyah ke-109, seminar ini berfungsi sebagai sarana dakwah yang solutif. Para peserta mendapatkan wawasan komprehensif mengenai pola komunikasi sehat. Selain itu, mereka mempelajari integrasi nilai-nilai keislaman dalam keseharian.
“Peringatan Milad ini tidak hanya menjadi ajang refleksi perjalanan organisasi, tetapi juga sarana dakwah dan edukasi yang memberikan manfaat nyata,” tegas perwakilan Majelis Kesehatan PDA Kabupaten Pekalongan.
Melalui kegiatan ini, ‘Aisyiyah berharap keluarga di Pekalongan mampu menjadi unit terkecil yang tangguh. Penanaman nilai spiritual dan psikologis yang seimbang diharapkan melahirkan generasi penerus yang cerdas. Akhirnya, generasi tersebut akan memiliki akhlak mulia dan ketahanan mental yang kuat.
Kontributor: Nanang
Editor: Alafasy



