Cerita Mahasiswa Internasional UMP Mengajar di SD Tegal: Mengubah Ketakutan Siswa Jadi Keberanian
PWMJATENG.COM, TEGAL – Empat mahasiswa internasional UMP asal Palestina hingga Sudan hadir memberikan pengalaman belajar dengan mahasiswa asing yang membuka cakrawala siswa SD Budi Mulia Muhammadiyah Adiwerna, Tegal, pada 19-20 Mei 2026. Kehadiran mereka membawa suasana baru yang mengubah tantangan berbahasa menjadi momen interaktif yang penuh keceriaan.
Mendobrak Batas Ruang Kelas
Kegiatan “Meet and Greet with English Speakers” berlangsung selama dua hari. Para mahasiswa internasional UMP ini hadir memberikan pengalaman belajar dengan mahasiswa asing yang tak terlupakan. Mereka berasal dari Sudan, Palestina, Mali, dan Maroko.
Para siswa SD BUMIMU Adiwerna mengikuti sesi perkenalan budaya dan permainan bahasa. Mereka mempraktikkan percakapan sederhana dalam bahasa Inggris secara langsung. Selain itu, mereka antusias menyimak cerita kehidupan dari negara asal para mahasiswa tersebut.
“Biasanya saya hanya melihat orang asing di televisi atau internet. Hari ini saya bisa berbicara langsung dalam bahasa Inggris. Rasanya menyenangkan dan membuat saya ingin belajar bahasa Inggris lebih giat lagi,” ujar salah satu siswa kelas V.
Internasionalisasi dari Bangku Sekolah Dasar
Ustadzah Asih Hidayatun, M.Pd., Kepala Sekolah SD BUMIMU, mencatat antusiasme luar biasa dari para peserta didik. Menurutnya, program ini bukan sekadar praktik bahasa Inggris langsung bagi anak-anak. Sekolah ingin menanamkan karakter positif melalui interaksi lintas budaya.
“Anak-anak belajar bahwa bahasa asing bukan hanya mata pelajaran di kelas, tetapi alat komunikasi untuk berinteraksi dengan masyarakat dunia. Yang lebih penting, mereka belajar menghargai perbedaan dan memperkuat karakter positif,” tutur Ustadzah Asih.
Mahasiswa internasional pun merasakan dampak positif dari pertemuan ini. Ahmed Fawzi, mahasiswa teknik asal Sudan, mengaku kagum dengan keberanian para siswa. Ia melihat rasa ingin tahu yang tinggi dalam diri anak-anak saat berkomunikasi.
“Saya sangat terkesan dengan keberanian anak-anak untuk mencoba berbicara dalam bahasa Inggris. Mereka sangat ramah, aktif, dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi,” ungkap Ahmed.
Membangun Persahabatan Antarbangsa
Kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari kerja sama dua tahun antara SD BUMIMU dan Prodi S2 PAI FAI UMP. Kedua pihak terus berupaya menghadirkan wawasan global siswa sejak usia dini. Mereka ingin anak-anak memiliki karakter kuat untuk menghadapi tantangan masa depan.
Samar T. M. Alhaj, mahasiswa asal Palestina, berharap kegiatan ini terus berlanjut. Baginya, interaksi ini membangun jembatan persahabatan sejak dini. Anak-anak memahami bahwa perbedaan negara bukanlah penghalang untuk saling belajar.
“Anak-anak belajar bahwa meskipun kami berasal dari negara yang berbeda, kami tetap dapat menjadi sahabat dan saling belajar satu sama lain,” jelas Samar.
Assoc. Prof. Dr. Darodjat, M.Ag., Kaprodi S2 PAI FAI UMP, menegaskan komitmennya dalam mendukung internasionalisasi pendidikan. Ke depan, mereka merencanakan program pertukaran budaya yang lebih luas. Harapannya, kolaborasi ini menciptakan generasi Muslim yang berkarakter dan siap bersaing di dunia global.
Kontributor: Cahyudi
Editor: Alafasy



