Bukan Sekadar Teori, Ini Cara Dosen & Mahasiswa UHAMKA Bikin Media Belajar dengan Teknologi 3D Printing
PWMJATENG.COM, JAKARTA – Mengubah konsep pelajaran yang rumit menjadi alat peraga fisik kini menjadi fokus utama di FKIP UHAMKA. Lewat pelatihan 3D printing, para pendidik masa depan ini ditantang untuk menciptakan inovasi media ajar yang lebih interaktif dan relevan dengan tantangan teknologi pendidikan abad ke-21.
Pelatihan ini berlangsung di lingkungan kampus UHAMKA, Jumat (22/5/2026). Dosen serta mahasiswa dari lintas program studi pendidikan, mulai dari Matematika hingga Geografi, terlibat aktif dalam sesi intensif ini. Mereka mendalami teknik pengoperasian hingga pemeliharaan perangkat 3D printing untuk menciptakan media pembelajaran yang lebih kreatif.
Revolusi Media Belajar di Era Digital
Ketua Program Studi Pendidikan Matematika, Dr. Meyta Dwi Kurniasih, M.Pd., menekankan pentingnya adopsi teknologi ini bagi mahasiswa. “Mahasiswa tidak hanya dipersiapkan menjadi pendidik, tetapi juga peneliti, inovator, dan edupreneur yang mampu menghasilkan media pembelajaran kreatif berbasis teknologi,” ujarnya.
Pernyataan tersebut sejalan dengan visi kampus dalam mendukung transformasi teknologi pendidikan. Pihak universitas menyadari bahwa pola belajar konvensional kini mulai bergeser ke arah digital. Mereka mendorong sivitas akademika agar lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.
Senada dengan hal itu, Ketua Program Studi Pendidikan Fisika, Felicianda Burhendi, M.Si., menyoroti keunggulan visualisasi 3D. “Teknologi 3D printing membantu mahasiswa memahami konsep-konsep abstrak melalui visualisasi yang lebih konkret dan interaktif,” jelas Felicianda.
Optimalisasi Visualisasi Spasial dalam Pembelajaran
Inovasi ini juga menyentuh aspek visualisasi spasial yang krusial bagi disiplin ilmu tertentu. Ketua Program Studi Pendidikan Geografi, Mushodiq, M.Pd., menjelaskan manfaat nyata teknologi ini bagi mahasiswanya. “Teknologi 3D printing sangat relevan untuk mendukung pembelajaran visual dan spasial, seperti pembuatan model topografi yang nyata,” papar Mushodiq.
Selama kegiatan, peserta mengikuti serangkaian materi komprehensif. Mereka mempelajari dasar desain objek tiga dimensi, teknik troubleshooting perangkat, hingga praktik mencetak produk secara langsung. Antusiasme peserta tampak tinggi sepanjang acara berlangsung.
Kolaborasi dengan Inspira Academy ini menjadi langkah awal pengembangan pembelajaran berbasis STEM yang lebih mendalam. FKIP UHAMKA berkomitmen untuk terus menghadirkan ekosistem pendidikan yang relevan dengan tuntutan abad ke-21. Langkah ini sekaligus mendukung lahirnya lulusan unggul yang siap berinovasi di dunia kerja masa depan.
Kontributor: Meita
Editor: Alafasy



