Dekan FK UMS Dorong Transformasi Layanan Kusta lewat Pendekatan Humanis di Forum Nasional
PWMJATENG.COM, SURAKARTA – Dekan Fakultas Kedokteran (FK) UMS, Dr. dr. Flora Ramona Sigit Prakoeswa, M.Kes., Sp.DVE., mendorong transformasi tata laksana kusta nasional dengan mengedepankan pendekatan humanis dan perawatan kulit komprehensif guna meningkatkan kualitas hidup pasien.
Mengubah Paradigma Penanganan Kusta
Kegiatan LEPRIMA 2026 di Cibinong menjadi momentum penting untuk mengubah pola pikir masyarakat. Para pakar medis sepakat bahwa perawatan kulit kini menjadi bagian tak terpisahkan dalam tata laksana komprehensif pasien.
“Penanganan kusta tidak cukup hanya berfokus pada eliminasi bakteri penyebab penyakit. Upaya menjaga kesehatan kulit, mencegah luka kronis dan disabilitas, serta mempertahankan kualitas hidup pasien juga menjadi bagian penting dari pelayanan yang berpusat pada pasien,” ujar Flora yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua KSMHI.
Kondisi kulit kering berat atau xerosis sering menjadi tantangan nyata bagi pasien. Hilangnya sensasi protektif membuat mereka rentan mengalami luka kronis hingga infeksi sekunder. Masalah fisik ini secara langsung memengaruhi produktivitas serta kondisi psikososial para penyandang kusta.
Sentuhan Humanis untuk Martabat Pasien
Selain aspek klinis, pendekatan humanis memegang peranan krusial untuk meningkatkan kualitas hidup pasien kusta. Stigma sosial yang masih melekat di masyarakat menjadi hambatan utama dalam proses pemulihan pasien.
Flora menekankan pentingnya menjaga kepercayaan diri pasien melalui perawatan yang lebih menyeluruh. Pendekatan ini tidak hanya menargetkan kesembuhan fisik, tetapi juga martabat individu.
“Peningkatan kualitas hidup pasien tidak hanya melalui terapi medis, tetapi juga melalui upaya menjaga fungsi tubuh, kemandirian, rasa percaya diri, dan martabat pasien sebagai individu,” tegas pakar dermatologi tersebut.
Langkah Sederhana Mencegah Disabilitas
Perawatan kulit harian terbukti ampuh mencegah komplikasi yang lebih serius. Langkah-langkah kecil seperti penggunaan pembersih lembut dan pelembap yang sesuai dapat melindungi kulit dari trauma berulang.
Pasien dan keluarga perlu memahami prosedur perawatan mandiri ini agar deteksi dini komplikasi dapat segera dilakukan. Edukasi yang tepat akan membantu pasien mempertahankan fungsi tubuh sekaligus mengurangi ketergantungan pada orang lain.
Slogan “Skin Care Saves Skin, Function, and Dignity” menjadi inti dari pesan tersebut. Perawatan kulit bukan sekadar terapi pendukung, melainkan investasi utama untuk mencegah disabilitas dan memulihkan martabat penyandang kusta di tengah masyarakat.
Kontributor: Fika
Editor: Alafasy



