Berita

Gantikan Obat Sintetis, Dosen UNIMMA Raih Doktor Usai Teliti Daun Mangkokan

PWMJATENG.COM, MAGELANG – Kabar membanggakan kembali datang dari dunia akademis persyarikatan dalam upaya memajukan riset kesehatan berbasis tanaman lokal. Melalui keberhasilan mempertahankan riset disertasinya di Universitas Gadjah Mada (UGM), salah satu pakar farmasi terbaik Universitas Muhammadiyah Magelang resmi menambah jajaran pemikir tingkat tinggi. Agenda akademik ini sekaligus mempertegas bahwa dosen UNIMMA raih doktor baru di bidang biologi farmasi pada Rabu, 3 Juni 2026.

Sejak lama, tanaman pekarangan sering kali luput dari perhatian publik sebagai alternatif pengobatan modern. Namun, di tangan apt. Alfian Syarifuddin, M.Farm., tanaman hijau yang kerap menjadi hiasan rumah ini menjelma menjadi kandidat kuat pengganti obat-obatan kimia. Tentu saja, penemuan zat aktif dari tanaman tersebut berpotensi besar menjadi solusi aman bagi penyembuhan berbagai kasus peradangan akut di masyarakat.

Khasiat Daun Mangkokan Obat Radang Alami

Dalam paparan ilmiahnya, Alfian menjelaskan bahwa ia berfokus membedah daun mangkokan obat radang melalui pendekatan isolasi terpandu bioaktivitas. Tanaman dengan nama latin Polyscias scutellaria tersebut sejatinya telah lama dikenal memiliki kandungan antioksidan, antibakteri, dan diuretik yang tinggi. “Selama ini, penanganan kasus peradangan akut atau inflamasi masih sangat bergantung pada penggunaan obat-obatan sintetik,” jelasnya pascaujian tertutup.

Oleh karena itu, riset mendalam ini menjadi langkah awal yang strategis untuk memproduksi obat herbal terstandar secara massal. Apalagi, zat alamiah di dalam daun mangkokan terbukti kaya akan kandungan flavonoid, alkaloid, terpenoid, dan saponin. Bahkan, dari proses pemisahan komponen kimia yang ia lakukan, Alfian menemukan senyawa spesifik bernama lupeol yang menunjukkan performa sangat menjanjikan.

Borong Publikasi Jurnal Internasional Scopus

Keberadaan senyawa lupeol tersebut kelak dapat menjadi penanda utama (marker) dalam standardisasi pembuatan obat herbal antiinflamasi di masa depan. Tidak hanya sukses meraih gelar akademik tertinggi, tetapi Alfian juga berhasil mengonversi hasil kerja kerasnya ke dalam produk publikasi global. Hingga saat ini, ia telah menerbitkan tiga artikel ilmiah sekaligus pada jurnal internasional bereputasi yang terindeks Scopus Q2 dan Q3.

Apresiasi tinggi selanjutnya datang dari Wakil Rektor III Bidang AIK dan SDM UNIMMA, Dr. Kanthi Pamungkas Sari, M.Pd. Menurut Kanthi, proses menyelesaikan studi doktoral di kampus top seperti UGM membutuhkan ketekunan, konsistensi, dan komitmen yang luar biasa. “Maka dari itu, pencapaian ini menjadi bukti konkret bahwa mutu tenaga pengajar kami terus berkembang demi kemajuan umat,” ungkapnya bangga.

Komitmen UNIMMA Sokong Inovasi Riset

Pihak rektorat berharap prestasi besar tersebut mampu menginspirasi seluruh civitas akademika lainnya untuk lebih produktif melahirkan karya nyata. Melalui dukungan dana studi lanjut yang masif, institusi berkomitmen penuh dalam membangun atmosfer riset yang sehat di lingkungan kampus. Iklim akademik yang kondusif ini dipercaya akan memicu lahirnya berbagai produk inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Sebagai penutup, Berita Muhammadiyah hari ini menilai bahwa hilirisasi riset herbal ini harus segera mendapat perhatian dari industri farmasi nasional. Sebab, pembuktian ilmiah dari kasus dosen UNIMMA raih doktor ini menjadi angin segar bagi kemandirian bahan baku obat dalam negeri. Sinergi berkelanjutan ini memastikan bahwa kekayaan alam Indonesia mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Kontributor: Arina Husnia
Editor: Ayma

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *