Berita

ICAC 2026 UMS: Pesta Kuliner Internasional di Indonesia yang Satukan 30 Negara

PWMJATENG.COM, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sukses menggelar International Cultural and Academic Competition (ICAC) 2026 dengan 155 peserta mancanegara. Acara ini menghadirkan mozaik budaya sekaligus pengalaman mencicipi kuliner internasional di Indonesia dalam satu wadah kompetisi yang meriah.

Penyelenggaraan ICAC 2026 di UMS menarik perhatian ratusan mahasiswa dari 30 negara. Ajang tahunan ini bukan sekadar panggung kompetisi akademik, melainkan juga menjadi surga bagi pencinta kuliner internasional di Indonesia. Selain itu, para peserta membawa kekayaan tradisi kuliner masing-masing untuk diperkenalkan kepada mahasiswa lokal. Kehadiran aneka ragam makanan dari berbagai benua menjadikan kegiatan ini sebagai pesta budaya yang berkesan.

Eksplorasi Rasa dari Berbagai Negara

Mahasiswa UMS, Intan Rahayu Utami, mengaku sangat antusias dengan kehadiran booth kuliner mancanegara. Ia memanfaatkan voucher yang tersedia untuk mencicipi hidangan unik yang sebelumnya jarang ia temukan.

“Acara ICAC ini benar-benar menarik karena memberi kesempatan bagi kita untuk mencoba kuliner internasional di Indonesia secara langsung. Selain itu, ada lebih dari 30 negara, jadi kita bebas memilih makanan yang menarik,” ujar Intan.

Selanjutnya, Abdella Amin Aliyemohammed, mahasiswa asal Ethiopia, memperkenalkan kekayaan rasa negaranya. Ia menyajikan Doro Wat, hidangan ayam berbumbu kari dengan cita rasa pedas yang khas.

“ICAC tahun ini sangat menyenangkan. Aku melihat banyak wajah baru dan sangat menikmati interaksi ini,” ungkap Abdella. Tak hanya itu, ia juga menyajikan Dinich Alicha Wat yang berbahan dasar sayuran serta Key Sir yang menawarkan sensasi manis.

Diplomasi Budaya Lewat Makanan

Direktur Direktorat Kerja Sama dan Urusan Internasional (DRKUI) UMS, Nurgiyatna, Ph.D., menegaskan bahwa event ini menjadi ruang pertemuan penting. Mahasiswa dari latar belakang akademik yang berbeda dapat saling belajar sekaligus membangun relasi.

“ICAC bukan sekadar kompetisi. Namun, ini adalah wadah bagi mahasiswa untuk merayakan keberagaman dan membangun persahabatan internasional yang bermakna,” ujar Nurgiyatna.

Hal tersebut selaras dengan komitmen UMS dalam memajukan internasionalisasi pendidikan tinggi. Melalui event mahasiswa UMS ini, peserta tidak hanya berbagi gagasan, tetapi juga saling menghargai perbedaan budaya.

Kemudian, Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., menambahkan bahwa keberagaman merupakan jembatan penghubung. Tema “Bridging Worlds, A Cultural Puzzle” menjadi refleksi bahwa setiap budaya memiliki keunikan yang saling melengkapi.

“Layaknya sebuah puzzle, ketika kita bersama-sama, akan tercipta harmoni yang jauh lebih besar daripada berdiri sendiri,” kata Harun. Melalui gelaran ini, UMS membuktikan bahwa kampus mampu menjadi rumah bagi keberagaman dunia.

Kontributor: Maysali
Editor: Alafasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *