Berita

Bikin Anak Berani Ngomong Inggris, SD di Sragen Ini “Sulap” Ruang Kelas Jadi Tempat Belajar Bareng Native Speaker

PWMJATENG.COM, SRAGEN – Berani tampil beda, SD Birrul Walidain Muhammadiyah Tanon, Sragen, mendobrak metode konvensional dengan menghadirkan penutur asing langsung ke ruang kelas, guna melatih kepercayaan diri siswa kelas 1 dalam berkomunikasi bahasa Inggris.

Program yang mulai diterapkan pada peserta didik kelas 1 ini merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam menghadirkan pendidikan inovatif. Melalui Linguistic Class Program (LCP), sekolah berupaya meningkatkan kemampuan membaca, menulis, hingga berpikir kritis siswa.

Menghadirkan Pengalaman Belajar Autentik

SD Birrul Walidain Muhammadiyah Tanon menjalin kemitraan strategis dengan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Kolaborasi ini menghadirkan native speaker langsung ke ruang kelas untuk berinteraksi dengan siswa.

Metode ini memberikan pengalaman belajar yang berbeda karena siswa dapat mempraktikkan belajar bahasa Inggris anak dalam suasana menyenangkan. Mereka melakukan berbagai aktivitas komunikasi dan permainan edukatif untuk memahami penggunaan bahasa dalam situasi nyata.

“Kami ingin memberikan pengalaman belajar yang autentik kepada siswa. Melalui interaksi langsung dengan pembicara asing, siswa tidak hanya belajar kosakata dan tata bahasa, tetapi juga belajar bagaimana menggunakan bahasa Inggris sebagai alat komunikasi dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Kepala SD Birrul Walidain Muhammadiyah Tanon.

Membangun Kepercayaan Diri Sejak Dini

Kehadiran penutur asing terbukti efektif meningkatkan keberanian siswa dalam berkomunikasi. Sepanjang kegiatan, para siswa menunjukkan antusiasme tinggi dengan aktif menjawab pertanyaan dan mengikuti instruksi.

Pengalaman interaksi ini menjadi langkah awal krusial dalam membangun kepercayaan diri siswa. Mereka mulai berani mencoba berkomunikasi menggunakan bahasa asing sesuai kemampuan masing-masing.

“Program ini memberikan ruang bagi anak-anak untuk mempraktikkan kemampuan bahasa Inggris mereka tanpa rasa takut. Kami percaya bahwa kepercayaan diri adalah kunci utama dalam menguasai bahasa asing,” tambah pihak sekolah terkait dampak positif kegiatan ini.

Masa Depan Generasi Literat

Linguistic Class Program tidak sekadar mendukung capaian akademik siswa di sekolah. Program unggulan ini juga membentuk karakter yang terbuka terhadap keberagaman budaya dan memiliki kemampuan komunikasi baik.

Kompetensi tersebut menjadi modal penting bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan dunia yang semakin terkoneksi secara global. SD Birrul Walidain Muhammadiyah Tanon berharap inisiatif ini dapat mencetak generasi yang literat, komunikatif, dan berkarakter Islami.

“Kami terus berkomitmen membangun pendidikan yang unggul, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan masa depan. Langkah ini merupakan fondasi bagi siswa agar siap bersaing di tingkat nasional maupun global,” pungkasnya.

Kontributor: Laily Rohmahwati
Editor: Alafasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *