Berita

Soroti Tantangan Zaman, Khutbah Idul Adha 2026 Jepara Ini Ingatkan Pentingnya 3 Kompas Hidup Bangsa

PWMJATENG.COM, JEPARA — Kekuatan iman, keikhlasan berkorban, dan aksi kepedulian sosial yang nyata merupakan kompas hidup krusial bagi seluruh elemen bangsa saat ini. Pesan kebangsaan tersebut menggema dari lidah khatib Labib Dzakwan Faiq. Beliau berbicara di hadapan ratusan jemaah yang memadati halaman Masjid An-Nur Keling dalam rangka ibadah salat Idul Adha 2026 Jepara, Rabu (27/5/2026).

Khatib Labib Dzakwan Faiq menegaskan momentum Idul Adha harus menjadi madrasah besar bagi seluruh umat. Menurutnya, umat dapat memetik tiga pilar penting dari kisah Nabi Ibrahim AS. Pilar tersebut meliputi penguatan iman, keikhlasan dalam berkorban, dan perluasan kepedulian sosial.

Masyarakat membutuhkan ketiga aspek tersebut sebagai kompas hidup untuk menghadapi berbagai tantangan zaman modern. Terlebih lagi, nilai-nilai mulia ini bukan sekadar ritual keagamaan tahunan semata.

“Pelajaran dari Nabi Ibrahim ini adalah bekal berharga bagi kita sebagai individu dan sebagai bangsa Indonesia,” ujar Labib Dzakwan Faiq saat menyampaikan khutbahnya di hadapan ratusan jemaah Muhammadiyah Jepara.

Menjaga Persatuan Bangsa Melalui Kepedulian

Labib menambahkan, internalisasi makna pengorbanan Idul Adha berdampak besar terhadap integrasi nasional. Karakter rela berkorban dan peduli terhadap sesama akan menjadi lem perekat sosial yang kokoh. Modal ini sangat ampuh untuk merekatkan keberagaman masyarakat.

Pihaknya mengajak warga untuk mengimplementasikan pesan persatuan Idul Adha tersebut secara nyata. Warga dapat memulainya dari lingkungan terkini di Jepara. Sinergi yang kuat antarwarga dipercaya mampu menangkal berbagai potensi perpecahan.

“Di tengah berbagai tantangan zaman, baik internal maupun eksternal, kita membutuhkan kekuatan iman sebagai kompas hidup, semangat pengorbanan untuk membangun peradaban, dan kepedulian sosial sebagai perekat persatuan dan kesatuan,” kata khatib Labib secara lantang.

Harapan untuk Masa Depan Indonesia

Pelaksanaan ibadah tahunan di lingkungan PRM Gelang Keling ini juga menjadi simbol penguatan karakter lokal. Melalui mimbar tersebut, khatib mengajak jemaah mendoakan kedamaian dan kesejahteraan seluruh negeri.

Pihak panitia berharap nilai luhur Idul Adha 2026 Jepara menjadi pondasi utama dalam kehidupan bermasyarakat. Budaya saling berbagi pasca-salat Id menjadi bukti nyata dari aktualisasi nilai kemanusiaan tersebut.

“Dengan iman, pengorbanan, dan kepedulian sosial, insya Allah akan terwujud negeri yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur, negeri yang aman, adil, makmur, dan diridhai Allah,” pungkas khatib Labib menutup khutbahnya.

Suasana ibadah di Halaman Masjid An-Nur Gelang ini berjalan dengan sangat tertib hingga seluruh rangkaian acara selesai. Ratusan jemaah yang hadir pun langsung bersalaman untuk mempererat tali silaturahmi.

Kontributor : Edi Sulton
Editor:  Al-Afasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/