Berita

Gantikan Kantong Plastik dengan Thinwall, Masjid di Jepara Ini Pelopori Tren Kurban Ramah Lingkungan

PWMJATENG.COMJEPARA — Jamaah Masjid Al Raudhoh Kedung Cino Jepara membudayakan tradisi kurban ramah lingkungan dengan mengganti kantong plastik sekali pakai menggunakan wadah thinwall food container saat menyembelih 6 sapi dan 1 kambing pada Kamis (28/05/2026).

Langkah progresif ini menjadi pembeda utama dalam pelaksanaan ibadah tahunan di lingkungan PRM Kedung Cino Jepara. Oleh karena itu, seluruh panitia secara konsisten menerapkan prinsip meminimalkan limbah sejak awal penyembelihan hingga distribusi daging selesai.

Bukti konkret gerakan ini terlihat jelas dari penggunaan talenan kayu sebagai alas pemotongan daging dan tulang. Selain itu, panitia yang beranggotakan 44 aktivis Masjid Al Raudhoh secara kompak mengganti kantong plastik sekali pakai dengan wadah thinwall food container.

Ketua Panitia, Siswanto, menjelaskan bahwa pemilihan kemasan modern ini sangat mengedepankan aspek kebersihan dan kenyamanan. Alhasil, inovasi tersebut sekaligus menjadi bentuk penghormatan tersendiri kepada para penerima manfaat.

“Pengemasan sebetulnya dapat disikapi dengan wadah plastik yang nyaman, bersih, darah tidak menetes dan menghormati shohibul qurban dalam membagikannya,” ujar Siswanto.

Manajemen Anggaran dan Tabungan WhatsApp

Suksesnya gerakan kurban hijau ini tentu tidak lepas dari perencanaan matang sejak jauh hari. Mulanya, panitia menggerakkan sistem menabung rutin yang mereka kelola secara transparan melalui grup WhatsApp. Strategi efektif ini terbukti berhasil menjaring shohibul kurban dari berbagai wilayah.

Melalui sistem kolektif tersebut, para aktivis sukses menghimpun sekaligus menyembelih 6 ekor sapi serta 1 ekor kambing. Istimewanya lagi, semua hewan kurban tersebut berasal langsung dari peternakan lokal milik sesepuh Muhammadiyah setempat, H. Sadali.

Keputusan membeli dari peternak lokal ini akhirnya mampu memangkas biaya pengadaan hewan secara signifikan. Selanjutnya, panitia mengalokasikan sisa dana operasional yang hemat untuk membiayai pengadaan wadah thinwall reusable atas inisiasi sang istri, Sumiati.

“Sapi untuk korban adalah hasil petenakan sendiri, sehingga pendanaan dapat dikelola seminimal mungkin, bisa untuk operasional lainnya seperti pengadaan thinwall,” ujar H. Sadali.

Inspirasi Gerakan Kurban Hijau di Jawa Tengah

Kerja keras seluruh jajaran panitia pada akhirnya membuahkan hasil yang sangat memuaskan. Proses distribusi sukses menghasilkan 630 kotak untuk shohibul kurban, 42 kotak besar, serta 227 bungkus daging untuk warga sekitar. Dengan demikian, seluruh pembagian berjalan rapi tanpa menyisakan sampah plastik.

Gerakan ramah lingkungan di tingkat ranting ini seketika menarik perhatian tokoh wilayah. Wakil Ketua PDA Jepara sekaligus Ketua Divisi LH LLHPB PWA Jateng, Deny Ana I’tikafia, bahkan memantau langsung dan memberikan apresiasi tinggi terhadap terobosan mandiri ini.

“Sangat mengapresiasi kegiatan ini, untuk memberi inspirasi pegiat ramah lingkungan, minimal sudah berusaha dan berupaya mengurangi sampah plastik sekali pakai,” ujar Deny Ana I’tikafia.

Sementara itu, Ketua PRM Kedung Cino, Eko Basuki Sulistyo, menegaskan komitmen kuat untuk mempertahankan tren positif tersebut. Pihaknya sangat berharap pelaksanaan kurban pada tahun-tahun mendatang akan semakin berkualitas demi menjaga kelestarian alam secara berkelanjutan.

Kontributor : Dafia
Editor:  Al-Afasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/