Khutbah

Khutbah Idul Adha 1447 H: Tiga Hikmah Besar di Hari Raya Kurban

Oleh : Ustadz Ahmad Wildan, S.Sos. (Ketua PRM Sendangagung Pamotan)

الحمد لله، الحمد لله الذي هدانا للإيمان والإسلام، وشرع لنا الأضاحي تقربًا إليه سبحانه وتعالى، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن سيدنا محمدًا عبده ورسوله، اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى آله وأصحابه أجمعين.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

أما بعد، الله أكبر، الله أكبر، لا إله إلا الله، والله أكبر، الله أكبر، ولله الحمد.

Jamaah shalat Idul Adha yang dirahmati Allah,

Hari raya Idul Adha bukan sekadar perayaan penyembelihan hewan kurban. Lebih dari itu, Idul Adha adalah momentum untuk mengambil pelajaran besar dari kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS tentang iman, pengorbanan, dan ketaatan kepada Allah SWT.

Karena itu, pada kesempatan yang mulia ini, marilah kita renungkan bersama tiga hikmah besar dari Idul Adha.

1. Ketaatan kepada Allah Harus Diutamakan

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Nabi Ibrahim AS memberikan teladan luar biasa dalam menaati perintah Allah SWT. Ketika Allah memerintahkan beliau untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail AS, beliau tetap taat meskipun ujian itu sangat berat.

Allah SWT berfirman:

فَلَمَّا أَسْلَمَا وَتَلَّهُ لِلْجَبِينِ

“Maka ketika keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipisnya.” (QS. Ash-Shaffat: 103)

Ayat ini menunjukkan bahwa seorang mukmin sejati adalah orang yang mendahulukan perintah Allah di atas kepentingan pribadi, hawa nafsu, dan kecintaan terhadap dunia.

Di zaman sekarang, ketaatan kepada Allah sering diuji oleh kesibukan dunia, jabatan, harta, dan keinginan pribadi. Maka Idul Adha mengajarkan kepada kita untuk tetap berkata:

سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا

“Kami mendengar dan kami taat.”

2. Keikhlasan adalah Ruh dari Setiap Amal

Jamaah yang dirahmati Allah,

Ibadah kurban mengajarkan bahwa yang dinilai Allah bukan sekadar bentuk lahiriah amal, tetapi ketakwaan dan keikhlasan hati kita.

Allah SWT berfirman:

لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ

“Daging-daging kurban dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kalian.” (QS. Al-Hajj: 37)

Karena itu, jangan sampai ibadah kita hanya untuk dipuji manusia atau mencari penilaian dunia.

Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ

“Sesungguhnya amal-amal itu tergantung niatnya.” (HR. Imam Bukhari dan Imam Muslim)

Amal yang ikhlas, walaupun kecil, akan bernilai besar di sisi Allah SWT.

3. Idul Adha Mengajarkan Kepedulian dan Semangat Berbagi

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Idul Adha bukan hanya tentang menyembelih hewan kurban, tetapi juga tentang belajar peduli kepada sesama.

Allah SWT berfirman:

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah.” (QS. Al-Kautsar: 2)

Melalui ibadah kurban, kita diajarkan untuk berbagi kebahagiaan dengan orang lain, terutama fakir miskin dan mereka yang membutuhkan.

Rasulullah SAW bersabda:

لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ

“Tidak sempurna iman salah seorang di antara kalian sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Imam Bukhari dan Imam Muslim)

Karena itu, Idul Adha mengajarkan kepada kita untuk menjadi pribadi yang lebih peduli, suka berbagi, dan ringan membantu sesama.

Penutup dan Doa

Jamaah yang dirahmati Allah,

Marilah kita jadikan Idul Adha ini sebagai momentum untuk meningkatkan ketaatan kepada Allah, memperbaiki keikhlasan dalam beramal, dan memperkuat kepedulian terhadap sesama.

Semoga Allah menerima amal ibadah kurban kita dan menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang bertakwa.

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَـمِيْنَ، حَمْدَ النَّاعِمِيْنَ، حَمْدَ الشَّاكِرِيْنَ، حَمْدًا يُوَافِي نِعَمَهُ وَ يُكَافِئُ مَزِيْدَهُ، رَبَّـنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِي لِجَلاَلِ وَجْهِكَ وَ عَظِيْمِ سُلْطَانِكَ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَي نَبِيِّكَ وَ رَسُوْلِكَ مُحَمَّدٍ الطَّاهِرِ الزَّكِيِّ وَ عَلَي آلِهِ الطَّيِّبِيْنَ وَ أَصْحَابِهِ الْمُتَّـقِيْنَ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَ الْمُسْلِمَاتِ، وَ الُمُؤْمِنِيْنَ وَ الْمُؤْمِنَاتِ، اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَ اْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ، فَيَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ، وَ يَا مُجِيْبَ السَّائِلِيْـن. رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا، رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْـتَهُ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا، رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَا لاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ، وَاعْفُ عَنَّـا وَ اغْفِرْ لَنَا وَ ارْحَمْنَا، أَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ. رَبَّنَا لاَ تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَ هَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَة،ً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ. رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَ هَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا .رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا صَلاَتَنَا وَ صِيَامَنَا وَ نُسُكَنَا، إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ، وَ تُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ .رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ .سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِـزَّةِ عَمَّا يَصِـفُوْنَ، وَ سَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِـيْنَ، وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Editor:  Al-Afasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/