BeritaKhutbah

Khutbah Iduladha 2026 di Unimus: Prof Budi Santosa Sentil Gaya Hidup Individualistis Era Modern

PWMJATENG.COMSemarang — Hidup di era modern bukan hanya tentang seberapa banyak harta yang kita miliki, melainkan seberapa besar manfaat yang bisa kita beri kepada sesama. Sentilan moral tersebut menggema saat Wakil Rektor I Unimus, Prof. Dr. Budi Santosa, M.Si.Med., menyampaikan khutbah Iduladha 2026 di hadapan ribuan jemaah yang memadati halaman Kampus Universitas Muhammadiyah Semarang, Jumat (27/5/2026).

Prof. Dr. Budi Santosa, M.Si.Med. menegaskan bahwa esensi berkurban melatih manusia untuk mengikis sifat egois. Menurutnya, keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS memberikan pelajaran penting tentang keimanan serta keikhlasan.

“Hari ini kita diingatkan kembali tentang ujian keimanan, kepedulian, pengorbanan, dan ketakwaan kepada Allah SWT. Ketakwaan tidak hanya tampak dalam ibadah ritual, tetapi juga melalui kejujuran, kepedulian, serta keberanian menyampaikan kebenaran di tengah kehidupan yang penuh tantangan,” tutur Prof. Budi Santosa dalam khutbahnya.

Mantan Dekan tersebut juga menambahkan bahwa ujian kehidupan modern hadir dalam berbagai rupa. Manusia saat ini menghadapi godaan berupa jabatan, harta, ilmu pengetahuan, teknologi, hingga persoalan ekonomi.

Ribuan jemaah memadati halaman Kampus Universitas Muhammadiyah Semarang untuk melaksanakan Salat Iduladha 2026.
Suasana khidmat ribuan jemaah saat menghadiri pelaksanaan Salat Iduladha 1447 H di halaman Kampus Unimus, Semarang, Jumat (27/5/2026). (Foto: Dok. Humas Unimus)

Melawan Sifat Individualistis di Era Digital

Arus perkembangan zaman yang cepat rentan mengubah masyarakat menjadi lebih egois. Oleh karena itu, momen perayaan keagamaan harus menjadi benteng pertahanan moral umat.

“Di tengah kehidupan yang semakin individualistis, Iduladha mengajarkan bahwa hidup bukan hanya tentang memiliki, tetapi juga tentang memberi. Kurban bukan semata membeli hewan, melainkan bentuk keikhlasan dan kepedulian sosial,” kata Prof. Budi Santosa menegaskan.

Rektorat Universitas Muhammadiyah Semarang mengajak seluruh masyarakat untuk mempraktikkan Islam yang membawa rahmat. Kaum muslimin wajib menguasai ilmu pengetahuan modern namun tetap kokoh memegang prinsip Al-Qur’an dan sunah.

Kontribusi Nyata dan Ketahanan Keluarga

Ketua Lembaga Studi Islam Kemuhammadiyahan dan Mata Kuliah Umum (LSIK & MKU) Unimus, Dr. Rochdiwarsono, M.Si., mendukung penuh pesan tersebut. Pihak kampus langsung mengimplementasikan nilai kepedulian sosial itu melalui penyembelihan hewan kurban.

Tahun ini, kepanitiaan menyembelih sembilan ekor sapi dan tujuh ekor kambing. Panitia menyalurkan daging tersebut secara praktis lewat program inovatif olahan rendang kemasan.

“Iduladha bukan hanya momentum ibadah ritual, tetapi juga penguatan nilai kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada sesama,” ujar Dr. Rochdiwarsono saat memantau lokasi.

Pihak universitas berharap momentum religius ini mampu memperbaiki kualitas diri jemaah. Ibadah kurban juga harus berdampak pada penguatan ketahanan keluarga serta peningkatan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitar.

Kontributor : Tri Setia Budi
Editor:  Al-Afasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://middlepassage.dei.uc.pt/https://privacycolab.dei.uc.pt/https://cmd.dei.uc.pt/https://henrique.dei.uc.pt/https://hormon-osteoporosezentrum.de/
https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/
https://aku.ac.id/https://jpl.staiku.ac.id/https://jist.publikasiindonesia.id/https://akperstg.ac.id/
zonawin777zonawin777