Panen Perdana Demplot Cabai, PPMTQ Al Ijtihad Sirau Menuju Kemandirian Ekonomi Pesantren

PWMJATENG.COM, BANYUMAS – Pondok Pesantren Muhammadiyah Tahfidzul Quran (PPMTQ) Al Ijtihad Sirau melaksanakan panen perdana demplot cabai pada Rabu (15/4/2026) sebagai langkah nyata menuju kemandirian ekonomi pesantren melalui program infratani berbasis pesantren yang diinisiasi Bank Indonesia.
Demplot cabai yang dikelola memiliki luas sekitar 2.000 meter persegi dengan jumlah tanaman kurang lebih 3.500 batang. Lahan tersebut merupakan tanah wakaf milik Muhammadiyah yang berada di Desa Grujugan, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas.
Panen perdana ini dihadiri Kepala Bank Indonesia Purwokerto Kristofeni, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Banyumas, Pimpinan Daerah Aisyiyah Banyumas, Dinas Pertanian Kabupaten Banyumas, serta masyarakat sekitar. Hadir pula sejumlah perwakilan pondok pesantren dan pengelola perkebunan se-Banyumas Raya yang menjadi peserta binaan program Bank Indonesia.
Dalam sambutannya, Kristofeni menyampaikan harapan agar program infratani dapat menjadi jembatan bagi pondok pesantren untuk membangun kemandirian ekonomi yang lebih kuat. Menurutnya, pendampingan dari Bank Indonesia diharapkan tidak berhenti pada satu tahap keberhasilan, tetapi terus berlanjut hingga pesantren mampu berkembang menjadi pusat pemberdayaan ekonomi umat yang mandiri dan berdaya saing.
Program infratani yang digagas Bank Indonesia merupakan bentuk dukungan terhadap sektor pertanian berbasis komunitas, termasuk pesantren. Program ini mencakup pendampingan teknis budidaya, manajemen pertanian, penguatan kelembagaan, hingga pemasaran hasil panen.
Mudir PPMTQ Al Ijtihad Sirau, Tukiran, menyampaikan rasa syukur atas hasil panen perdana tersebut. Ia juga mengucapkan terima kasih atas pendampingan berkelanjutan yang diberikan Bank Indonesia.
Menurutnya, hasil panen yang diperoleh menjadi bukti bahwa kolaborasi antara lembaga keuangan dan pesantren dapat menghadirkan dampak positif, tidak hanya bagi pondok, tetapi juga bagi masyarakat sekitar.
Panen perdana ini menjadi penanda awal pengembangan ekonomi pesantren berbasis pertanian produktif. Ke depan, PPMTQ Al Ijtihad Sirau diharapkan mampu mengembangkan program serupa secara berkelanjutan untuk memperkuat kemandirian pondok dan pemberdayaan umat.
Kontributor: Armiyati TK Abas Two
Editor: Al-Afasy



