Kuliah Subuh PCM Ngadirejo: Muharrom Bedah Strategi Raih ‘Suaka’ Surga

PWMJATENG.COM, TEMANGGUNG — Suasana hari keempat Ramadan 1447 H di Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ngadirejo berlangsung penuh khidmat. Ratusan jamaah memadati aula SMP Muhammadiyah Ngadirejo selepas salat Subuh untuk mengikuti pengajian rutin yang menghadirkan Wakil Ketua PDM Temanggung, Muharrom, Sabtu (21/2).
Dalam tausiahnya, Muharrom membedah tema spiritual yang sangat dinanti: kiat meraih perlindungan atau “suaka” di surga melalui amalan nyata selama bulan suci.
Salah satu poin krusial yang ditekankan Muharrom adalah perintah menjauhi Thaghut. Ia menerangkan bahwa di era modern, Thaghut tidak lagi sekadar berhala fisik, melainkan segala sesuatu yang melampaui batas dan menjauhkan manusia dari Allah.
“Jangan sampai kita menjadikan harta, jabatan, atau popularitas sebagai sesembahan baru. Thaghut adalah apa pun yang membuat kita lebih tunduk kepadanya selain kepada Allah,” tegas Muharrom di hadapan jamaah.
Muharrom memaparkan empat kiat utama bagi seorang hamba untuk mendapatkan “suaka” surga:
- Iman yang Terbukti: Iman tidak cukup di lisan, melainkan harus terwujud dalam ibadah ritual dan aksi sosial.
- Menjaga Keikhlasan: Amal besar tanpa niat yang lurus akan sia-sia. Ramadan adalah waktu terbaik untuk membersihkan niat dari haus pujian (riya’).
- Interaksi dengan Al-Qur’an: Menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup melalui proses membaca, memahami, dan mengamalkan.
- Ketahanan Sosial: Kesalehan individu harus dibarengi kesalehan sosial. “Jangan sampai kita kenyang sendiri, sementara tetangga kita kelaparan,” tuturnya mengingatkan pentingnya sedekah dan zakat.
Lebih dari sekadar teori, Muharrom mengajak jamaah melakukan evaluasi diri (muhasabah). Ia menekankan bahwa pengajian tidak boleh berhenti pada pengetahuan, tetapi harus berlanjut pada perubahan perilaku.
Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya jamaah yang mencatat poin-poin penting. Kegiatan yang digelar PCM Ngadirejo ini membuktikan bahwa Kuliah Subuh tetap menjadi instrumen efektif dalam pembinaan umat, memperkuat nilai keimanan, sekaligus menumbuhkan semangat berbagi di bulan Ramadan.
Editor: Al-Afasy



