Berita

Wujudkan Kampus Inklusif, UMS Beri Beasiswa Magister 100 Persen untuk Lulusan Difabel

PWMJATENG.COM, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali mempertegas jati dirinya sebagai kampus inklusif berskala global yang membumi. Melalui Surat Keputusan Rektor No.: 42/KEP-R/2026, UMS resmi memberikan beasiswa penuh (100 persen) kepada Muhammad Arief Raharjo, S.Psi., seorang lulusan difabel berprestasi, untuk melanjutkan studi ke jenjang Magister Psikologi.

Pemberian beasiswa ini diumumkan langsung oleh Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., di tengah prosesi wisuda di Gedung Edutorium UMS. Langkah ini diambil sebagai bentuk dukungan nyata terhadap kemandirian penyandang disabilitas.

Bagi Arief, beasiswa ini bukan sekadar bantuan biaya kuliah, melainkan amanah besar untuk berkontribusi pada dunia pendidikan. Ia berencana mendalami Psikologi Pendidikan dengan fokus pada inklusivitas bagi Generasi Z dan Generasi Alpha.

“Ada tanggung jawab moral untuk membuktikan bahwa saya mampu. Saya ingin meneliti bagaimana dinamika kepribadian lintas generasi berpengaruh pada pola pembelajaran anak-anak disabilitas,” ungkap Arief, Selasa (3/3).

Berdasarkan pengalamannya, Arief mencatat bahwa tantangan terbesar mahasiswa difabel adalah kurikulum yang masih sering disamakan dengan mahasiswa reguler, terutama pada aspek praktik. Ke depan, ia bercita-cita menjadi akademisi yang mampu memberikan rekomendasi konkret terkait pengembangan kurikulum adaptif di jenjang menengah (SMA).

Rektor UMS, Prof. Harun Joko Prayitno, menegaskan bahwa inklusivitas adalah ruh dari UMS. Setiap tahun, UMS menggelontorkan dana beasiswa mencapai Rp44 miliar untuk memastikan pendidikan dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat, tanpa memandang latar belakang ekonomi maupun kondisi fisik.

“Mas Arief kita tumbuhkan kepercayaannya melalui motivasi dan sugesti agar ia menjadi pribadi mandiri. Ini adalah bentuk konkret bahwa UMS benar-benar menjelma menjadi kampus inklusi untuk seluruh masyarakat luas,” tegas Prof. Harun.

Pihak universitas berharap kehadiran Arief di jenjang pascasarjana akan menjadi pemantik bagi munculnya riset-riset baru yang mendukung terciptanya ekosistem pendidikan yang lebih ramah bagi semua kalangan.

Kontributor: Fika | Humas
Editor: Al-Afasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/