Ustadz Asep Sutisna di Masjid Al-Istiqomah: Takwa Itu Taat Tanpa Maksiat, Syukur Tanpa Ingkar

PWMJATENG.COM, JEPARA — Fajar yang merekah di Masjid Al-Istiqomah Tahunan, Jepara, menghadirkan suasana damai dan khidmat bagi para jamaah shalat Subuh, Senin (2/3). Kegiatan rutin pembinaan spiritual warga Persyarikatan Muhammadiyah kali ini menghadirkan Wakil Ketua PDM Kabupaten Jepara, Ustadz Asep Sutisna, sebagai pemberi tausiyah pagi.
Dengan penyampaian yang lugas, Ustadz Asep mengajak jamaah menyelami kembali makna takwa agar tidak sekadar menjadi konsep di atas kertas, melainkan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari.
Mengawali ceramahnya, Ustadz Asep menekankan bahwa hadir di majelis ilmu adalah karunia besar yang wajib disyukuri. Mengulas Surah Al-Baqarah ayat 183, ia menegaskan bahwa orientasi utama ibadah—termasuk puasa yang sedang dijalani—adalah membentuk insan bertakwa.
Ia mengutip Surah Ali Imran ayat 102, ittaqullaha haqqa tuqatih, seraya menyitir tafsir Ibnu Mas’ud tentang takwa yang hakiki. “Takwa yang benar adalah menaati Allah tanpa bermaksiat, senantiasa mengingat-Nya tanpa lalai, serta bersyukur tanpa sedikit pun mengingkari nikmat-Nya,” ungkap Ustadz Asep di hadapan jamaah.
Lebih lanjut, ia menyeimbangkan pemahaman tersebut dengan Surah At-Taghabun ayat 16, fattaqullaha mastatha’tum. Mengutip Ibnu Katsir, ia menjelaskan bahwa meski Allah tidak membebani hamba di luar batas kesanggupan, setiap Muslim dituntut untuk optimal. “Jangan bermalas-malasan dalam ketaatan. Takwa menuntut kesungguhan yang tercermin dalam kesiapan mendengar, taat, serta berinfak,” tambahnya.
Ustadz Asep juga mengingatkan bahwa jalan takwa seringkali diuji dengan kesulitan, sebagaimana Rasulullah SAW dan para sahabat saat mengalami pemboikotan kaum Quraisy. Namun, ia menekankan janji Allah dalam Surah Al-Insyirah bahwa setiap kesulitan pasti disertai kemudahan sebagai proses pematangan iman.
Ketua Takmir Masjid Al-Istiqomah, Eko Sudarmadji, memberikan apresiasi atas antusiasme jamaah. Ia menegaskan komitmennya untuk terus menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan ruhiyah. “Semoga kajian rutin ini semakin mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus menumbuhkan semangat ketaatan warga di Tahunan,” ujarnya.
Kajian ditutup dengan doa bersama, meninggalkan kesan mendalam bagi jamaah untuk menutup hari dengan komitmen amal yang lebih baik.
Kontributor: Muslim | Humas
Editor: Al-Afasy



