Ustadz Agus Riyadi: Jangan Andalkan Amal, Surga Hanyalah Milik Mereka yang Mendapat Rahmat Allah

PWMJATENG.COM, JEPARA – Suasana syahdu menyelimuti Masjid Al-Istiqomah Tahunan sesaat setelah jamaah menunaikan salat Subuh berjamaah, Sabtu (7/3). Dalam sesi siraman rohani pagi tersebut, Ustadz Agus Riyadi mengajak jamaah untuk merenungkan kembali esensi perjalanan hidup seorang muslim, yakni meraih rida dan surga Allah SWT melalui dua kunci utama: Maghfirah (ampunan) dan Rahmat (kasih sayang) Allah.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Agus menekankan sebuah kebenaran spiritual yang sering kali luput dari kesadaran: bahwa sebanyak apa pun amal kebaikan manusia, tidak akan pernah cukup untuk “membeli” surga tanpa adanya rahmat dari Allah SWT.
“Bahkan Rasulullah SAW mengajarkan bahwa manusia tidak akan masuk surga hanya karena amalnya semata. Kita semua sangat bergantung pada ampunan dan kasih sayang Allah,” jelas Ustadz Agus di hadapan jamaah yang tampak khidmat menyimak.
Sebagai pelajaran nyata, beliau mengangkat kisah Nabi Adam AS. Saat melakukan kekeliruan, Nabi Adam tidak mencari kambing hitam atau menyalahkan keadaan, melainkan langsung bersimpuh mengakui kelemahan dirinya.
Ustadz Agus mengutip doa legendaris Nabi Adam: “Rabbana zalamna anfusana wa in lam taghfir lana wa tarhamna lanakunanna minal khasirin” (Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni dan merahmati kami, niscaya kami termasuk orang yang merugi).
“Doa ini adalah manifestasi kerendahan hati. Inilah pintu pembuka rahmat yang sesungguhnya,” tambahnya.
Menutup kultumnya, Ustadz Agus mengingatkan jamaah untuk menjadikan istighfar sebagai napas harian, terlebih di bulan Ramadan yang penuh ampunan. Ia memberikan perbandingan teladan dari Rasulullah SAW yang maksum (terjaga dari dosa) namun tetap beristighfar 70 hingga 100 kali setiap harinya.
“Jika Rasulullah saja begitu intens memohon ampun, maka kita yang penuh lumuran dosa ini tentu harus jauh lebih banyak lagi bersimpuh memohon maghfirah-Nya,” pungkasnya.
Pesan pagi ini diharapkan menjadi bekal spiritual bagi jamaah dalam menjalani ibadah puasa, sekaligus pengingat agar tetap tawadhu dan tidak sombong atas amal yang telah dilakukan.
Kontributor: Muslim | Humas
Editor: Al-Afasy



