Berita

Rahasia Pengabdian Guru SMK Muhammadiyah: Meneladani Perjuangan KH Ahmad Dahlan

PWMJATENG.COM, JEPARA — Keluarga besar SMK Muhammadiyah Mayong terus memperkuat nilai pengabdian para pendidik melalui kajian rutin bulanan. Oleh karena itu, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menyegarkan niat seluruh Guru SMK Muhammadiyah dalam menjalankan tugas dakwah dan pendidikan.

Kajian edisi September 2026 tersebut menghadirkan penceramah Ustadz Dr. Muttaqin, M.H. Selain itu, ia mengusung tema “Dari Surau ke Sekolah Muhammadiyah” guna membedah resep perjuangan pahlawan nasional KH Ahmad Dahlan.

Sementara itu, Kepala SMK Muhammadiyah Mayong, H. Choiruzaed, menegaskan bahwa kajian rutin ini tidak boleh berhenti sebagai agenda internal sekolah saja. Selanjutnya, pihaknya merancang forum ini agar berkembang menjadi kegiatan yang menjangkau warga sekitar.

“Sebab keberadaan sekolah ini tidak lepas dari semangat dakwah. Maka dari itu, kami ingin ruang kajian ini menginspirasi masyarakat luas,” ujar Choiruzaed.

Meneladani Jejak Pendidikan KH Ahmad Dahlan

Dalam pemaparannya, Ustadz Muttaqin mengajak para peserta meneladani jejak perjuangan KH Ahmad Dahlan dalam membangun pendidikan Muhammadiyah. Kemudian, ia menjelaskan sejarah pendirian Ibtidaiyah Diniyah Islamiyah pada 1911 sebelum persyarikatan resmi berdiri.

Pada mulanya, KH Ahmad Dahlan mengawali perjalanan keilmuannya dari pendidikan surau bersama sang ayah. Setelah itu, ia menimba ilmu kepada para ulama besar di Mekkah untuk membawa pembaruan pendidikan di tanah air.

Hasilnya, langkah tersebut berhasil mengubah paradigma masyarakat Kauman pada masa itu. Bahkan, pendiri Muhammadiyah ini membuktikan bahwa penggabungan ilmu agama dan ilmu umum mampu memajukan peradaban bangsa.

“Dengan demikian, perjuangan amal usaha Muhammadiyah lahir dari proses panjang penguatan ilmu dan keberanian melakukan pembaruan,” kata Muttaqin.

Filosofi Padi dan Rumput untuk Pengabdian Guru

Di sisi lain, Ustadz Muttaqin memberikan analogi menarik mengenai kesejahteraan dan niat pengabdian guru. Sebagai contoh, ia mengibaratkan pahala mengajar sebagai tanaman padi, sedangkan gaji bulanan merupakan rumput yang tumbuh di sekitarnya.

Analogi ini mengisyaratkan bahwa Guru SMK Muhammadiyah yang mengejar pahala otomatis akan mendapatkan rezeki material. Sebaliknya, penuntut gaji semata belum tentu memperoleh keutamaan pahala dakwah.

“Oleh sebab itu, menjadi pendidik di SMK Muhammadiyah Mayong bukan sekadar mencari penghasilan. Lagipula, ada dimensi dakwah yang harus kita rawat bersama,” tegasnya.

Suasana semakin hidup ketika sesi diskusi berlangsung secara interaktif. Saat itu, guru Kemuhammadiyahan, Dina, melontarkan pertanyaan reflektif mengenai relevansi pemikiran founder Muhammadiyah ini terhadap tantangan dunia pendidikan modern.

Pentingnya Keteladanan Akhlak Pendidik

Di samping itu, penanya lain bernama Anisyaul menyoroti pentingnya menjaga akhlak serta pergaulan di lingkungan pendidik. Menurutnya, pendidikan karakter bagi siswa membutuhkan keteladanan nyata dari para guru setiap hari.

Oleh karena itu, poin tersebut mempertegas agenda penting persyarikatan dalam membangun budi pekerti masyarakat. Hal ini selaras dengan ajaran KH Ahmad Dahlan dalam dokumen bersejarah “12 Langkah Muhammadiyah”.

Pada akhirnya, kajian bulanan yang berjalan tiga tahun ini membuktikan komitmen sekolah dalam mencetak pendidik berkarakter. Lewat ruang ini, spirit perjuangan dari surau menuju sekolah modern terus bergelora.

Kesimpulannya, Guru SMK Muhammadiyah diharapkan mampu menjadi teladan moral sekaligus penggerak kemajuan masyarakat. Dari sekolah inilah, nilai-nilai perjuangan Islam inklusif terus mengalir ke generasi penerus.

Kontributor: Dina Setyaningsih (MPI PDM Jepara)
Editor: Akmal

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *