Beda Pulau dan Iman, Cerita Mahasiswa Baru Pilih Universitas Muhammadiyah Purwokerto

PWMJATENG.COM, PURWOKERTO — Universitas Muhammadiyah Purwokerto kembali menunjukkan daya tarik kuat sebagai kampus inklusif berakreditasi unggul. Pada tahun ajaran baru ini, Universitas Muhammadiyah Purwokerto tidak hanya memikat calon mahasiswa dari Pulau Jawa. Kampus swasta bereputasi ini mendadak jadi tujuan favorit anak muda dari luar Jawa hingga lintas keyakinan.
Kisah menarik datang dari Andi Niswah Azilah, mahasiswi asal Kalimantan Timur. Niswah mengambil Program Studi D4 Keperawatan Anestesiologi di UMP Purwokerto. Ia mengaku baru pertama kali menginjakkan kaki di Pulau Jawa demi mengejar prodi langka tersebut.
“Saya memilih UMP karena ada anestesiologinya,” kata Niswah di Purwokerto, Jumat (4/9).
Ia sangat senang karena bisa berkenalan dengan teman dari berbagai daerah hingga mahasiswa internasional. Niswah berharap bisa lulus tepat waktu, aktif berorganisasi di Universitas Muhammadiyah Purwokerto, serta membahagiakan orang tuanya.
Pengalaman Mahasiswa Non-Muslim di UMP Purwokerto
Cerita senada hadir dari Olivia Rambu Leki, mahasiswi non-Muslim asal Nusa Tenggara Timur. Olivia mendaftar pada program studi keperawatan anestesiologi UMP karena prospek kerjanya sangat cerah.
Awalnya, Olivia sempat ragu melangkah ke lingkungan kampus berbasis Islam. Namun, kekhawatiran itu sirna saat ia menjalani masa Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB).
“Kekhawatiran itu luntur seiring berjalannya waktu. Selama ospek, saya merasakan kebersamaan dan toleransi yang luar biasa,” jelas Olivia.
Ia menilai masa kuliah di Universitas Muhammadiyah Purwokerto sebagai ajang berharga untuk merawat toleransi. Olivia berharap kampus ramah ini terus menjaga tradisi keberagaman dan kualitas pendidikan unggulnya.
Alasan Memilih Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Anjelina Halawa, mahasiswi asal Sumatra Utara, juga mantap merantau ke Jawa. Angel memilih Universitas Muhammadiyah Purwokerto karena reputasi akademiknya yang mentereng dan terbukti berkualitas.
“Lingkungannya nyaman, teman-temannya suportif, dan toleransinya tinggi. Saya gembira mendapat banyak teman baik di sini,” tutur Angel.
Sementara itu, Aurell Chintya Purba asal Pekanbaru, Riau, mantap memilih Prodi D4 Teknologi Radiologi Pencitraan. Pilihan tersebut lahir berkat rekomendasi sang kakak dan reputasi akreditasi unggul kampus. Pemeluk agama Kristen ini sempat kagum melihat kemegahan fasilitas gedung Universitas Muhammadiyah Purwokerto.
“Toleransi di sini sangat tinggi. Meski saya Kristen dan ini kampus Muhammadiyah, teman-teman tetap menyapa, mengajak bermain, dan merangkul saya,” kenang Aurell.
Deretan cerita mahasiswa baru UMP ini mempertegas komitmen Universitas Muhammadiyah Purwokerto dalam menghadirkan ruang belajar yang inklusif. Universitas Muhammadiyah Purwokerto siap menempa generasi muda berdaya saing global tanpa membeda-bedakan latar belakang suku maupun agama.
Kontributor: Rfm/tgr
Editor: Akmal



