Strategi Finansial Pekerja Migran Indonesia di Korea Selatan: UMS Bagikan Trik Investasi dan Jaga Kesehatan
PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperluas jangkauan pengabdian masyarakat hingga ke mancanegara. Kampus ini membekali para Pekerja Migran Indonesia di Korea Selatan dengan keterampilan literasi keuangan dan layanan kesehatan.
Kolaborasi UMS dan Ikatan Keluarga Muslim Indonesia (IKMI) Korea Selatan ini berlangsung di Masjid Al-Falah. Tim pengabdian mengarahkan para pahlawan devisa agar mampu mengelola penghasilan secara bijak sebelum masa kerja mereka berakhir.
Ketua Tim Pengabdian UMS, Wahyu Utami, menegaskan pentingnya pembekalan ini bagi kelangsungan hidup para buruh migran. Menurutnya, masa purna tugas membutuhkan kesiapan finansial dan fisik yang prima.
“PMI tidak hanya harus bekerja produktif, tetapi juga wajib menguasai pengelolaan uang dan menjaga kesehatan. Dua hal ini menjadi modal penting saat mereka kembali ke tanah air,” ujar Wahyu, Jumat (4/9/2026).
Solusi Investasi Aman untuk PMI
Pakar keuangan UMS, Andy Dwi Bayu Bawono, membeberkan tiga fondasi utama perencanaan finansial. Ia menekankan pentingnya disiplin anggaran, otomatisasi tabungan atau investasi, serta proteksi diri dari risiko kerugian.
Pria yang menjabat akademisi UMS tersebut mengingatkan para Pekerja Migran Indonesia di Korea Selatan agar tidak memulai ekonomi dari nol saat pulang. Oleh karena itu, konsistensi dalam menyisihkan gaji menjadi kunci utama keberhasilan masa depan.
Dalam sesi diskusi interaktif, peserta bernama Puspo menanyakan strategi aman berinvestasi saham di tengah fluktuasi pasar. Menjawab kekhawatiran tersebut, Andy menyarankan fokus pada dividen perusahaan.
“Investasi tepat untuk pemula adalah berfokus pada saham yang konsisten membagikan dividen. Langkah ini menjaga imbal hasil investasi tetap aman meski harga saham berfluktuasi,” jelas Andy.
Selain pasar modal, pakar finansial ini juga memaparkan potensi investasi properti atau tanah di kawasan Jakarta dan Jawa Barat. Langkah ini menjadi alternatif nyata bagi Pekerja Migran Indonesia di Korea Selatan untuk mengamankan aset jangka panjang.
Kesehatan Fisik Kunci Keberlanjutan Kerja
Pengurus IKMI Korea Selatan, Rizal, menyambut positif inisiatif pengabdian UMS ini. Pihaknya mengapresiasi materi aplikatif yang langsung menjawab kebutuhan para pekerja di perantauan.
“Ilmu ini memberi wawasan baru. Kami berharap para anggota dapat mempraktikkannya selama bekerja di Korea maupun saat pulang ke Indonesia,” kata Rizal.
Tidak berhenti pada edukasi keuangan, tim medis UMS mendirikan posko pemeriksaan kesehatan gratis yang dipimpin oleh Heppy. Tim memeriksa kondisi fisik seluruh peserta guna memastikan stamina mereka tetap terjaga selama bekerja.
Inisiatif terpadu UMS ini membuktikan bahwa kesejahteraan Pekerja Migran Indonesia di Korea Selatan memerlukan keseimbangan antara kemandirian finansial dan kondisi fisik yang prima.
Kontributor: Fika
Editor: Akmal



