Tatap Akreditasi Desember, UMS Siapkan Akreditasi AIPT Lewat Konsolidasi Rakerpim 2026
PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) siapkan akreditasi AIPT yang dijadwalkan pada Desember mendatang melalui pelaksanaan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) dan Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) 2026–2027.
Agenda strategis yang berlangsung di Gedung Ahmad Syafii Maarif, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMS pada Selasa (18/8/2026) ini menghimpun seluruh jajaran pimpinan universitas. Forum tersebut menjadi momentum krusial untuk menyelaraskan arah pengembangan institusi secara berkelanjutan.
Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., menegaskan pentingnya forum ini untuk menyamakan persepsi seluruh pimpinan. Evaluasi program kerja secara berkala akan memastikan setiap tindakan korektif berjalan terarah.
“Prinsipnya seluruh komponen UMS berkumpul untuk membangun kekokohan, kebersamaan, serta keberlanjutan UMS sejak pertama kali berdiri 68 tahun lalu,” ujar Harun Joko Prayitno.
Sinergi Lintas Elemen dan Rencana Prodi Baru
Selaras dengan hal tersebut, Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMS, Drs. Marpuji Ali, M.Si., menyoroti pentingnya kekompakan seluruh warga kampus. Langkah kolaboratif dari rektorat hingga staf lapangan menjadi kunci utama dalam menghadapi evaluasi akreditasi mendatang.
Selain fokus pada akreditasi, UMS terus merespons dinamika kebutuhan masyarakat. Pihak kampus kini merancang pembentukan prodi baru UMS guna meningkatkan daya tarik calon mahasiswa serta memperkuat daya saing lulusan.
“Tantangan harus kita hadapi, bahkan kita perlu menciptakan tantangan baru untuk mendorong laju kemajuan universitas,” tegas Marpuji.
Integrasi Evaluasi Mutu dan Program Kerja
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan (BPP) UMS, Munajat Tri Nugroho, Ph.D., menjelaskan mekanisme penggabungan RTM dan Rakerpim UMS 2026. Integrasi ini memungkinkan hasil evaluasi mutu langsung terjemahkan ke dalam rencana operasional konkret.
Melalui konsolidasi terpadu ini, alur pengembangan Kampus Muhammadiyah tersebut menjadi jauh lebih terukur. Pembagian peran antarunit kerja pun kini terpetakan secara presisi demi mencapai target akademik tahun 2026–2027.
Langkah terstruktur ini optimis mampu membawa Universitas Muhammadiyah Surakarta meraih capaian yang lebih tinggi dari periode sebelumnya.
Kontributor: Fika
Editor: Akmal



