Ikhwanushoffa Dorong Digitalisasi & Modernisasi Tata Kelola Organisasi di Acara Konsolidasi Muhammadiyah Sragen
PWMJATENG.COM, KARANGANYAR — Manajer Eksekutif Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Ikhwanushoffa, mendorong Muhammadiyah Sragen untuk mempercepat digitalisasi dan modernisasi tata kelola organisasi. Langkah strategis tersebut mengemuka dalam acara Konsolidasi Organisasi Muhammadiyah Sragen di Hotel Pondok Sari, Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Sabtu (3/10/2026).
Akselerasi Digitalisasi dan Reformasi Sistem
Ikhwanushoffa menyampaikan bahwa reformasi organisasi serta digitalisasi sistem merupakan amanat prioritas Muktamar ke-48. Oleh karena itu, Muhammadiyah Sragen perlu menyelaraskan langkah agar tata kelola persyarikatan semakin solid, profesional, dan modern (MPM).
Seluruh jajaran pimpinan Muhammadiyah Jawa Tengah terus membangun suasana kerja yang mendukung profesionalisme. Orientasi ini bertujuan untuk memantapkan pelayanan persyarikatan serta memperkuat tata kelola di lingkungan Jawa Tengah.
Selain memantapkan arah persyarikatan, forum konsolidasi organisasi Muhammadiyah ini menjadi ajang sosialisasi regulasi internal terbaru. Pengurus menyosialisasikan ketentuan mengenai biaya operasional, kepegawaian, hingga pedoman protokoler resmi.
Terapkan Standar Kepegawaian dan Aturan Protokoler
Aturan kepegawaian tersebut merujuk pada SK Nomor 180/KEP/II.0/D/2026 yang terbit pada 10 Juni 2026. Regulasi ini mengatur standar seragam mulai dari proses pelatihan, masa kontrak, hingga pengangkatan pegawai tetap di kantor pimpinan. Regulasi juga menekankan kedisiplinan, tanggung jawab, serta kepatuhan terhadap standar kerja.
Sementara itu, SK Nomor 213/KEP/II.0/D/2026 tanggal 8 Juli 2026 menetapkan pedoman protokoler resmi Muhammadiyah Jawa Tengah. Pedoman tersebut mengatur tata duduk, urutan pembukaan acara, penggunaan Al-Qur’an, lagu Indonesia Raya dan Sang Surya, sikap berdiri, dirigen, penggunaan media audio-video, hingga tata cara doa.
Pedoman protokoler ini dapat diterapkan dalam permusyawaratan resmi persyarikatan serta unit pembantu pimpinan dengan penyesuaian kondisi daerah. Penyeragaman ini bertujuan untuk menjaga kekhidmatan dan ketertiban seluruh kegiatan resmi organisasi.
Tiga Langkah Strategis Implementasi
Ikhwanushoffa meminta seluruh pengurus Muhammadiyah Sragen tidak berhenti pada pemahaman materi sosialisasi semata. Ia merumuskan tiga langkah praktis implementasi, yaitu pahami, terapkan, dan dokumentasikan seluruh aktivitas organisasi secara tertib.
Ketiga langkah tersebut menjadi kunci utama dalam membangun standar kerja yang transparan dan akuntabel. Muhammadiyah Sragen optimistis mampu menjalankan roda persyarikatan secara terukur dan berkemajuan.
Langkah ini sekaligus memperkuat koordinasi serta kesamaan pandangan antar pimpinan daerah. Muhammadiyah Sragen berkomitmen mendukung penuh agenda reformasi organisasi menuju persyarikatan yang maju, profesional, dan modern.
Kontributor: Rizky Maradona
Editor: Akmal



