Cegah Risiko Ekologis, LLHPB ‘Aisyiyah Jawa Tengah Dorong Mitigasi Bencana Jawa Tengah Lewat TOT SPAB di UMS
PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Jawa Tengah menggelar Training of Trainer (TOT) Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di Pesantren Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Jumat (2/10/2026). Langkah strategis ini menjadi upaya konkret untuk memperkuat mitigasi bencana Jawa Tengah berbasis pendidikan lokal.
Sebanyak 121 pengurus LLHPB Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) dari kabupaten dan kota se-Jawa Tengah menghadiri agenda tersebut secara langsung. Selain itu, panitia merancang pelatihan intensif ini khusus untuk meningkatkan kapasitas kader. Alhasil, para kader mampu menanggulangi serta meminimalkan dampak kerugian akibat bencana alam di berbagai wilayah rawan.
Sementara itu, Wakil Rektor III UMS, Dr. Mutohharun Jinan, M.Ag., membuka kegiatan ini secara resmi. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi tinggi atas konsistensi gerakan sosial-kemanusiaan persyarikatan yang selalu hadir mendampingi warga masyarakat.
“Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah terkenal sangat aktif serta responsif terhadap musibah alam. Oleh karena itu, pelatihan semacam ini memperkuat mitigasi bencana Jawa Tengah secara profesional melalui pengkaderan terstruktur,” tegas Mutohharun di hadapan peserta.
Selanjutnya, ia menambahkan bahwa pihak UMS merasa bangga karena dapat mendukung penuh agenda kesiapsiagaan ekologis tersebut. Saat ini, kampus UMS menampung lebih dari 42 ribu mahasiswa yang tersebar pada 84 program studi unggulan.
Proteksi Ekosistem Pendidikan Anak Usia Dini
Di sisi lain, Ketua LLHPB PWA Jateng, Dra. Lilik Pri Hantini, menjelaskan alasan mendasar di balik penyelenggaraan acara di wilayah Surakarta ini. Menurutnya, letak geografis wilayah Jawa Tengah menuntut kesiapan respon cepat agar warga tidak mengalami kegagapan saat musibah datang.
Maka dari itu, fokus utama program TOT SPAB ini menyasar penguatan kesiapsiagaan pada amal usaha pendidikan, khususnya Taman Kanak-kanak ‘Aisyiyah Bustanul Athfal (TK ABA). Pihaknya berkomitmen memberikan pembekalan teknis kepada para pendidik PAUD di seluruh daerah.
“Para guru TK ABA tidak hanya bertugas mengajar anak didik di kelas. Namun, mereka juga harus memiliki keterampilan dasar dalam melancarkan mitigasi bencana Jawa Tengah di lingkungan sekolah masing-masing,” tutur Lilik.
Bahkan, pemilihan UMS sebagai pusat kegiatan didasari oleh fasilitas sarana yang sangat lengkap. Di samping itu, pengurus memanfaatkannya sebagai momentum untuk mengenalkan Pesantren Mahasiswa UMS bertaraf internasional kepada jajaran pengurus daerah.
Aksi Penanaman Pohon Massal untuk Ekologi
Sebagai penutup pembukaan acara, pimpinan LLHPB PWA Jateng bersama Wakil Rektor III UMS menggelar aksi penanaman bibit pohon massal. Langkah seremonial ini menjadi bentuk manifestasi tindakan nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup.
Sebab, Lilik menegaskan bahwa gerakan penanaman pohon merupakan wujud nyata ikhtiar jihad ekologis organisasi. Aksi hijau ini diharapkan memicu kesadaran kolektif publik untuk memelihara keseimbangan alam secara berkelanjutan.
“Melalui aksi penanaman pohon ini, kami menegaskan kembali komitmen mitigasi bencana Jawa Tengah. Pada akhirnya, langkah kecil ini menjadi investasi amal jariyah demi keselamatan generasi mendatang,” pungkasnya.
Kontributor: Affiq
Editor: Akmal



