Berita

Cetak Generasi Tangguh, UMS Integrasikan Ujian Jiwa dan Fisik dalam Pencak Silat Tapak Suci

PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Langkah progresif diambil oleh Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dengan mengintegrasikan ujian Al-Islam Kemuhammadiyahan (AIK) ke dalam ujian kenaikan tingkat pencak silat Tapak Suci massal yang diikuti ratusan mahasiswa di Kampus II UMS, Sabtu (20/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Kampus II UMS ini diikuti oleh 213 peserta. Mereka merupakan mahasiswa semester II dan IV prodi Pendidikan Jasmani, serta anggota UKM Unit 03 Tapak Suci UMS. Melalui kegiatan massal ini, pihak kampus menguji tiga aspek utama secara terpadu. Aspek tersebut meliputi ujian ragawi, ujian fisik, serta ujian Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK).

Integrasi ketiga aspek ini bertujuan untuk melahirkan pesilat yang unggul secara fisik sekaligus memiliki kedalaman spiritual. Pihak panitia menegaskan bahwa esensi utama dari ujian ini adalah pembentukan karakter islami pada diri mahasiswa.

Ujian AIK Jadi Benteng Karakter Pesilat

Ketua Panitia, Afif Dana Maulana, menjelaskan bahwa ketahanan fisik harus beriringan dengan akhlak mulia. Pencak silat Tapak Suci tidak hanya mengajarkan teknik bela diri demi kekuatan semata. Lebih dari itu, organisasi otonom ini menjadi sarana strategis untuk membina moral generasi muda di tengah tantangan zaman.

“UKT ini merupakan salah satu bagian penting dalam proses pengkaderan Tapak Suci. Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya mengukur kemampuan teknik dan fisik, tetapi juga membentuk karakter kedisiplinan, tanggung jawab, serta akhlak yang baik,” ujar Afif Dana Maulana pada Selasa (23/6/2026).

Senada dengan hal itu, Dewan Kader Tapak Suci, Ulin Niam An Nashir, turut mengingatkan para peserta. Menurutnya, atribut fisik seorang pesilat tidak akan berarti tanpa fondasi mental yang kokoh. Seorang kader Muhammadiyah wajib menjaga integritas dan etika universal dalam kehidupan sehari-hari.

“Kita diingatkan bahwa menjadi seorang pesilat tidak hanya dituntut unggul dalam kemampuan bela diri, tetapi juga harus memiliki karakter yang kuat, mental yang kokoh, serta akhlak yang mulia,” tutur Ulin Niam An Nashir.

Syarat Kelulusan Mata Kuliah Unik di FKIP UMS

Menariknya, ujian kenaikan tingkat Tapak Suci ini bukan sekadar agenda ekstrakurikuler biasa. Universitas Muhammadiyah Surakarta mengintegrasikan pencak silat ke dalam kurikulum wajib prodi Pendidikan Jasmani. Kebijakan akademis ini menjadi pembeda utama UMS dengan kampus-kampus lainnya di Indonesia.

Ketua Prodi Pendidikan Jasmani FKIP UMS, Dr. Eko Sudarmanto, S.Pd., M.Or., P.Mdy., menegaskan hal tersebut. Pihaknya merancang ujian ini secara sistematis sebagai luaran wajib dari mata kuliah. Langkah ini sekaligus menjadi bukti nyata kepedulian kampus terhadap warisan budaya bangsa.

“Proses pengkaderan Muhammadiyah yang dilaksanakan di Pendidikan Jasmani merupakan program yang kami susun sebagai luaran mata kuliah. Selain itu, melalui Ujian Kenaikan Tingkat Tapak Suci ini diharapkan menjadi salah satu upaya melestarikan budaya bangsa melalui pencak silat,” jelas Eko Sudarmanto.

Laboratorium Sejarah dan Dampak Nyata bagi Publik

Secara historis, ikatan antara prodi olahraga kampus ini dan seni bela diri tersebut memang sangat kuat. Wakil Dekan III FKIP UMS, Dr. Nur Subekti, S.Pd., M.Or., P.Mdy., membeberkan fakta sejarah tersebut. Pendirian prodi Pendidikan Jasmani pada awalnya justru dipelopori oleh para tokoh Tapak Suci.

Oleh karena itu, pihak fakultas memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga eksistensi nilai-nilai tersebut. Kampus berkomitmen penuh untuk terus menyediakan ruang bagi pengembangan kapasitas mahasiswa secara berkelanjutan.

Apresiasi tinggi juga datang dari Ketua LP3A UMS, Dr. Bambang Sukoco, S.H., M.H. Pihak rektorat menilai kegiatan ini berhasil memberikan dampak nyata yang luas. Manfaat positif tersebut mengalir langsung kepada mahasiswa dan lingkungan masyarakat sekitar.

“UKT Tapak Suci menjadi kegiatan yang penting di UMS. Kegiatan ini sejalan dengan program UMS pada periode ini, yaitu mampu memberikan dampak. Dampak tersebut tidak hanya dirasakan oleh masyarakat, tetapi juga oleh mahasiswa,” pungkas Bambang Sukoco.

Kontributor: Fika
Editor: Alafasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://middlepassage.dei.uc.pt/https://privacycolab.dei.uc.pt/https://cmd.dei.uc.pt/https://henrique.dei.uc.pt/
https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/
https://simseam.ft.uns.ac.id/https://sipil.ft.uns.ac.id/slot gacorhttps://aku.ac.id/https://jpl.staiku.ac.id/https://jist.publikasiindonesia.id/slot gacorhttps://akperstg.ac.id/https://fisip.uisu.ac.id/https://lppm.isi-ska.ac.id/
https://hormon-osteoporosezentrum.de/judi bolahttps://saopaulodeolivenca.am.gov.br/slot gacorzonawin777zonawin777Pkv games