Muktamar Nasyiatul Aisyiyah Resmi Dibuka, Ribuan Kader Teguhkan Komitmen Perempuan Muda Islam Berkemajuan
PWMJATENG.COM, SURAKARTA – Sebanyak 6.700 peserta menghadiri pembukaan resmi Muktamar Nasyiatul Aisyiyah pada Jumat (7/8/2026). Penyelenggara menggelar acara megah ini di Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Forum ini mengusung tema “Perempuan Muda Berkemajuan untuk Peradaban Berkelanjutan”. Momen ini menjadi ruang konsolidasi strategis bagi gerakan perempuan muda Islam di Indonesia.
Tokoh-tokoh penting Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah hadir meramaikan acara pembukaan ini. Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir tampak hadir bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. Ketua Umum PP Nasyiatul ‘Aisyiyah Ariati Dina Puspitasari menyambut langsung para tamu undangan. Perwakilan kementerian dan rektor UMS juga menempati kursi kehormatan.
Sejak pagi hari, ribuan peserta sudah memadati kawasan Edutorium UMS. Marching Band SMA Tarunamu Magelang beraksi menyambut kedatangan para tamu VVIP. Panitia juga menampilkan Tari Semut dan Dance Nasyiah Cahaya Dunia. Hiburan pembuka ini membuat suasana semakin meriah sebelum acara inti bermula.
Rangkaian seremoni bermula dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an. Seluruh hadirin kemudian berdiri menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Sang Surya. Mutmainnah memimpin pembacaan Komitmen Kader dalam forum nasional tersebut. Pembukaan Muktamar Nasyiatul Aisyiyah ini menandai mulainya pembahasan arah strategis organisasi.

Fokus Hadirkan Manfaat
Ariati Dina Puspitasari menyampaikan rasa syukurnya atas kehadiran para tamu. Ia berterima kasih kepada jajaran pemerintah dan akademisi yang mendukung acara. Kehadiran berbagai pihak ini memotivasi seluruh kader di arena persidangan. Ariati mengajak para peserta terus menghadirkan kebermanfaatan bagi masyarakat luas.
Ketua Umum Nasyiatul ‘Aisyiyah ini menegaskan kembali makna keberhasilan sebuah organisasi. Kesuksesan tidak hanya bergantung pada besarnya sebuah program kerja. Kader harus memastikan gerakan ini benar-benar memberi manfaat nyata bagi umat. “Mari kita songsong abad kedua dengan semangat baru,” ucap Ariati.
Kepemimpinan baru hasil musyawarah ini memiliki tanggung jawab besar ke depan. Mereka harus membawa gerakan ini semakin mencerahkan kehidupan bangsa. Semangat pengabdian wajib menjadi landasan utama perjuangan organisasi. Kader perlu mengutamakan keikhlasan dalam melayani kebutuhan masyarakat.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sangat mengapresiasi penyelenggaraan permusyawaratan ini. Perwakilan gubernur mengucapkan selamat bermusyawarah kepada seluruh peserta. Pemerintah berharap forum ini melahirkan pemimpin yang amanah dan visioner. Keputusan strategis dari musyawarah kelak harus membawa organisasi semakin tangguh.
Jaga Ukhuwah dan Persaudaraan
Haedar Nashir memberikan amanat khusus kepada seluruh kader Muktamar Nasyiatul Aisyiyah. Ia meminta peserta melandasi musyawarah dengan ilmu dan profesionalisme tinggi. Setiap keputusan harus lahir dari semangat persaudaraan dan kasih sayang. Anggota organisasi wajib menghargai setiap perbedaan pandangan selama persidangan berlangsung.
Ketua Umum Muhammadiyah ini melarang keras perpecahan di dalam tubuh organisasi. Ia mengutip pesan Al-Qur’an tentang pentingnya menjaga persatuan sejati. Anggota tidak boleh sekadar bersatu secara fisik tetapi tercerai-berai batinnya. Forum ini harus memperteguh komitmen terhadap nilai-nilai luhur peninggalan pendahulu.
Haedar memproyeksikan persidangan ini sebagai ruang perumusan masa depan perempuan muda Islam. Program kerja mendatang wajib mampu menjawab berbagai tantangan zaman modern. Pemukulan gong secara simbolis akhirnya meresmikan permusyawaratan nasional ini. Para tamu VVIP langsung berfoto bersama setelah seremoni peresmian selesai.
Paduan Suara Voca Al-Kindi UMS turut menyemarakkan acara pembukaan tersebut. Mereka menyanyikan lagu tema bertajuk “Keberkahan Semesta” dengan sangat merdu. Penyanyi religi Sulis Cinta Rasul kemudian tampil sebagai penutup rangkaian seremoni. Peserta Muktamar Nasyiatul Aisyiyah kini bersiap memulai agenda persidangan utama.
Kontributor: Ummu Kalsum
Editor: AL-Afasy



