UMPP Raih Penghargaan Kampus Ramah UMKM di Ajang Kopdar Akbar SUMU Pekalongan
PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Tingginya risiko banjir di Desa Carikan, Klaten, menuntut adanya kolaborasi lintas sektor yang kuat. Menjawab tantangan tersebut, tim PPK Ormawa IMM FKIP UMS menjalin sinergi strategis dengan BPBD Kabupaten Klaten serta Pemerintah Kecamatan Juwiring.
Sinergi ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana. Selain itu, program ini juga mengimplementasikan sistem ketangguhan banjir yang berbasis teknologi tepat guna.
Sinergi Teknologi dan Pemberdayaan Masyarakat
Dosen Pendamping, Siti Azizah Susilawati, mengungkapkan bahwa tim telah melakukan koordinasi intensif sejak Rabu (8/7/2026). Menurutnya, program ini merupakan wujud kolaborasi multidisiplin antara IMM FKIP, Fakultas Teknik, dan Fakultas Komunikasi Informatika UMS.
Dalam audiensi di BPBD Klaten, tim memaparkan sejumlah inovasi krusial. Salah satunya adalah pengembangan Flood Early Warning System (FEWS) serta pemetaan wilayah rawan banjir yang akurat.
Di samping aspek teknis, tim juga mengedepankan pendekatan inklusif. Dengan cara ini, masyarakat tidak sekadar menerima perangkat mitigasi, tetapi juga memahami cara menghadapi potensi banjir secara mandiri.
Dukungan Penuh Pemerintah Kecamatan
Ketua Tim Pelaksana, Damar Yekti, menyatakan bahwa pihaknya telah menyusun agenda pelatihan kebencanaan pada 15-16 Juli 2026. Setelah agenda tersebut selesai, tim akan melakukan pendampingan berkelanjutan selama implementasi program di lapangan.
Pemerintah Kecamatan Juwiring pun memberikan respons positif terhadap rencana ini. Perwakilan kecamatan, Hastuti Murwaningsih, menegaskan komitmen mereka untuk memfasilitasi koordinasi dengan Pemerintah Desa Carikan.
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris BPBD Klaten, Sri Yuwana Haris, menyatakan kesiapan mereka untuk berkolaborasi. Terutama dalam hal simulasi kebencanaan, BPBD akan membantu tim guna memastikan kesiapsiagaan warga benar-benar maksimal.
Sebagai langkah penutup, kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan Desa Carikan yang adaptif. Dengan demikian, model pemberdayaan ini bisa menjadi percontohan bagi desa lain dalam upaya pengurangan risiko bencana.
Editor: Ayma



