Berita

PG PAUD UMS Gelar Training of Trainer untuk Cetak Lulusan Adaptif dan Kreatif

PWMJATENG.COM, SURAKARTA – Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar kegiatan Training of Trainer (ToT) untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa melalui pembelajaran berbasis praktik.

Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi kampus dalam menyiapkan mahasiswa agar tidak hanya memahami teori di ruang kelas, tetapi juga mampu terjun langsung mengelola kegiatan edukatif bagi anak usia dini.

Pelatihan tersebut menghadirkan tim alumni UMS yang membangun D’Miracle, organisasi yang bergerak di bidang edu-entrepreneurship. Keterlibatan alumni diharapkan dapat memberikan inspirasi sekaligus pengalaman nyata kepada mahasiswa mengenai pengembangan usaha kreatif yang tetap berorientasi pada dunia pendidikan anak.

Kepala Program Studi PG PAUD UMS, Dr. Junita Dwi Wardhani, M.Ed., menjelaskan bahwa dalam kegiatan ToT ini mahasiswa dilibatkan secara langsung dalam proses perancangan outbound kit untuk anak usia dini. Outbound kit merupakan seperangkat media dan permainan edukatif yang dirancang untuk menunjang aktivitas luar ruang sekaligus melatih kemampuan motorik, sosial, dan kognitif anak.

Menurutnya, produk semacam itu memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi usaha mandiri di bidang pendidikan. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya disiapkan menjadi tenaga pendidik, tetapi juga memiliki wawasan kewirausahaan sebagai bekal setelah lulus.

Selain berorientasi pada kewirausahaan, ToT juga dirancang sebagai pengalaman belajar berbasis praktik atau experiential learning. Melalui pendekatan ini, mahasiswa didorong belajar dari pengalaman langsung, mulai dari menyusun konsep kegiatan, memecahkan masalah, berkomunikasi dalam tim, hingga mengevaluasi hasil kegiatan.

“Melalui pelatihan ini, mahasiswa dibekali kemampuan merancang, mengimplementasikan, dan mengevaluasi kegiatan pembelajaran berbasis luar ruang (outdoor learning), termasuk program outbound kids yang sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia dini. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memahami konsep pedagogik, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam konteks nyata,” ujar Junita, Kamis (23/4).

Ia menambahkan, kegiatan tersebut sejalan dengan visi dan misi Prodi PG PAUD UMS dalam menghasilkan lulusan yang berdaya saing tinggi. Lulusan tidak hanya diarahkan menjadi guru PAUD, tetapi juga mampu menjadi pengelola lembaga pendidikan anak usia dini yang profesional, adaptif terhadap perubahan zaman, dan inovatif dalam menghadirkan model pembelajaran.

Sementara itu, Kepala Laboratorium PG PAUD UMS, Dr. Sri Slamet, M.Hum., M.Pd., menjelaskan bahwa pelatihan ToT dilaksanakan selama dua hari dengan tahapan yang terstruktur. Pada hari pertama, mahasiswa difokuskan untuk menyusun konsep kegiatan outbound, termasuk menentukan tema, jenis permainan, alur kegiatan, dan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.

Pada hari kedua, mahasiswa mulai merealisasikan konsep tersebut dengan membuat berbagai alat peraga edukatif yang nantinya digunakan dalam kegiatan lapangan. Proses ini melatih kreativitas mahasiswa dalam menciptakan media pembelajaran yang menarik, aman, dan sesuai dengan usia anak.

Seluruh hasil pelatihan itu nantinya akan diterapkan dalam kegiatan bertajuk Outbound Ceria yang direncanakan berlangsung pada 9 Mei 2026 di Lapangan Kampus 4 UMS. Sekitar 100 anak dijadwalkan mengikuti kegiatan tersebut.

Melalui Outbound Ceria, mahasiswa akan mendapat kesempatan menjadi fasilitator secara langsung. Mereka akan memandu anak-anak mengikuti berbagai permainan edukatif, melatih kerja sama, mengenalkan kedisiplinan, serta membangun keberanian melalui aktivitas luar ruang yang menyenangkan.

Menurut Sri Slamet, pengalaman lapangan sangat penting bagi mahasiswa calon guru PAUD karena mereka perlu memiliki keberanian memimpin kegiatan dan kemampuan mengelola anak dalam jumlah besar dengan pendekatan yang tepat.

“Harapan dari ToT ini agar mahasiswa memiliki keberanian menjadi pemimpin sekaligus koordinator di lapangan. Mereka harus mampu menangani anak-anak secara terarah dan edukatif, sehingga kegiatan bermain tidak sekadar menyenangkan, tetapi juga memberi pembelajaran sesuai usia mereka,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, UMS berharap mahasiswa PG PAUD semakin siap menghadapi dunia kerja. Selain menguasai teori pendidikan anak usia dini, mahasiswa juga dibekali keterampilan teknis, kepemimpinan, kreativitas, serta jiwa kewirausahaan yang menjadi nilai tambah di tengah kebutuhan dunia pendidikan yang terus berkembang.

Kontributor: Maysali
Editor: Al-Afasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://middlepassage.dei.uc.pt/https://privacycolab.dei.uc.pt/https://cmd.dei.uc.pt/https://henrique.dei.uc.pt/
https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/
https://simseam.ft.uns.ac.id/https://sipil.ft.uns.ac.id/slot gacorhttps://aku.ac.id/https://jpl.staiku.ac.id/https://jist.publikasiindonesia.id/slot gacorhttps://akperstg.ac.id/https://fisip.uisu.ac.id/https://web.pn-sidrap.go.id/
https://hormon-osteoporosezentrum.de/judi bolahttps://saopaulodeolivenca.am.gov.br/slot gacorzonawin777zonawin777Pkv games