Berita

Mahasiswa UMS Ciptakan Alat Canggih Penghancur Limbah Jarum Suntik Berbasis IoT

PWMJATENG.COM, SURAKARTA – Tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menciptakan inovasi teknologi bernama Needle Crusher Integrated System (NECIS). Alat ini berfungsi menghancurkan limbah jarum suntik secara otomatis berbasis Internet of Things (IoT). Inovasi tersebut hadir sebagai solusi atas bahaya limbah medis Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang sering menumpuk di fasilitas kesehatan.

Daffa Satria Nugraha memimpin tim PKM-KC UMS ini bersama empat rekannya, yaitu Mahmudah Mufidatul Hasanah, Hengky Boyyanza, Safaila Mefia Zahra, dan Evandra Ardhy Pratama. Di bawah bimbingan Ir. Dedi Ary Prasetya, ST., M.Eng., karya mereka berhasil meraih pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) 2026.

Tim mahasiswa UMS pengembang alat penghancur limbah jarum suntik NECIS berfoto bersama di depan ruangan Instalasi K3.
Mahasiswa tim PKM-KC Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berfoto bersama saat menginisiasi inovasi alat pengolahan limbah jarum suntik berbasis IoT di area Instalasi K3.

Risiko Bahaya Limbah Jarum Suntik di Rumah Sakit

Daffa menjelaskan bahwa limbah jarum suntik tergolong jenis limbah medis berisiko sangat tinggi. Secara global, volume limbah ini mencapai 16 miliar unit setiap tahun. Sementara itu, fasilitas kesehatan di Indonesia masih memiliki keterbatasan dalam mengolah limbah secara mandiri.

Akibatnya, banyak rumah sakit dan klinik masih menggantungkan pengolahan limbah pada pihak ketiga. Ketergantungan ini memicu penumpukan limbah medis di lokasi pelayanan. Pada akhirnya, kondisi tersebut meningkatkan risiko kecelakaan kerja atau Needle Stick Injury (NSI) bagi tenaga medis.

Cara Kerja Teknologi NECIS Hancurkan Limbah Medis

Guna mengatasi persoalan tersebut, tim UMS merancang NECIS dengan konsep point-of-care. Sistem ini menghancurkan, mensterilkan, memisahkan, dan memantau limbah dalam satu perangkat terpadu. Petugas kesehatan dapat langsung memusnahkan limbah jarum suntik di lokasi tanpa menunggu proses distribusi.

Proses pengolahan dimulai dengan pencacahan mekanis menggunakan rotary shredder. Teknologi ini mencacah jarum logam dan tabung plastik secara bersamaan hanya dalam waktu 8 hingga 10 detik. Selanjutnya, sistem menyinari serpihan limbah dengan sinar UV-C untuk membunuh patogen berbahaya.

Setelah proses sterilisasi selesai, fitur magnetic segregation memisahkan serpihan logam dan plastik ke wadah berbeda secara otomatis. Pemisahan material ini mempermudah proses daur ulang berkelanjutan.

Keunggulan Sistem IoT dan Keselamatan Kerja

Selain itu, tim UMS melengkapi alat ini dengan sistem pemantauan berbasis IoT yang terhubung ke dashboard web. Pihak rumah sakit dapat memantau kapasitas limbah jarum suntik secara real-time dan efisien.

Dari segi keamanan, NECIS mengusung desain tertutup rapat (fully enclosed) untuk mencegah paparan cairan infeksius maupun aerosol. Desain ini menguatkan perlindungan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bagi para nakes.

Daffa berharap inovasi ini segera menjalani uji coba di berbagai fasilitas kesehatan. Penggunaan alat ini diharapkan mampu menyelesaikan masalah limbah jarum suntik secara mandiri sekaligus melindungi tenaga medis dari bahaya tertusuk jarum.

Kontributor: Affiq
Editor: Al-Afasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/