Gagas Sekolah Lansia Ramah Lingkungan, Green Senior School UMS Edukasi Hipertensi dan Gaya Hidup Hijau
PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Universitas Muhammadiyah Surakarta merintis program Green Senior School UMS untuk memberdayakan kelompok lanjut usia. Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggandeng Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Colomadu dalam merealisasikan gagasan inovatif ini.
Melalui DRPPS dan Pusat Studi Penyakit Kronis, UMS menggelar workshop penyusunan kurikulum di SMP Muhammadiyah 7 Colomadu. Program ini menggabungkan edukasi kesehatan hipertensi, ketangguhan iklim, dan dakwah lingkungan berbasis nilai Islam.
Inovasi Sekolah Lansia ‘Aisyiyah
Kehadiran Green Senior School UMS menjadi jawaban atas naiknya populasi lansia serta tingginya risiko penyakit hipertensi. Risiko perubahan iklim juga makin mengancam kesehatan para lansia di berbagai daerah.
Program sekolah lansia ‘Aisyiyah ini menerapkan prinsip lifelong learning atau pembelajaran seumur hidup. Tim pengabdian mengusung lima pilar utama, meliputi kesehatan promotif-preventif, spiritualitas, kemandirian, gotong royong, dan gaya hidup hijau.
Ketua Tim Green Senior School UMS, Dwi Linna Suswardany, menegaskan pentingnya kolaborasi erat antara akademisi dan masyarakat. UMS menyumbang kepakaran ilmiah, sementara kader ‘Aisyiyah Colomadu menggerakkan pendampingan warga secara langsung.
“Sinergi ini melahirkan program yang menjawab kebutuhan lansia Colomadu sekaligus memberi manfaat berkelanjutan,” ujar Dwi Linna, Jumat (31/7/2026).
Kurikulum dan Kebun Edukasi Lansia
Peserta workshop membagi tim ke dalam dua kelompok diskusi untuk mematangkan model pembelajaran. Diskusi tersebut merumuskan konsep kelas harian, sarana ramah lansia, hingga skema pembiayaan yang terjangkau bagi warga UMS Colomadu.
Para peserta sepakat merancang kelas seminggu sekali dengan suasana belajar yang menyenangkan. Materi kelas mencakup olahraga ringan, kesehatan geriatri, pengajian, seni, serta praktik tanaman obat keluarga (TOGA).
Ketua PCA ‘Aisyiyah Colomadu, Ani Muntazmahal, menyambut positif kehadiran ruang belajar baru ini. Menurut Ani, program inklusif tersebut sangat ramah lansia dan siap merangkul berbagai lapisan masyarakat.
Selanjutnya, Sekretaris PCA ‘Aisyiyah Colomadu, Dian Ardiyani, menekankan pentingnya skema biaya yang terjangkau. Langkah awal ini krusial agar seluruh warga dapat merasakan manfaat program secara langsung.
Tim pengabdian juga memanfaatkan jaringan 11 PRA dan 14 Amal Usaha Pendidikan di Colomadu. Kawasan PRA Baturan bakal menjadi kebun edukasi lansia yang dilengkapi fasilitas raised bed ergonomis dan vertical garden.
Fasilitas kebun ini dirancang khusus untuk lansia sehat hipertensi melalui terapi hortikultura dan latihan relaksasi. Melalui Green Senior School UMS, para lansia bertransformasi dari penerima manfaat menjadi penggerak lingkungan di masyarakat.
Kontributor: Dini/Firli
Editor: Al-Afasy


